Pekan Ini: Jangan Lewatkan 3 Fenomena Langit di Januari 2026
Senin, 19 Januari 2026 16:09 WIB
Penulis: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Fenomena astronomi pada pekan ini ada apa saja? Mulai dari fase Bulan Baru (New Moon), komet C/2024 E1 mencapai perihelion, dan Bulan yang tampak berdekatan dengan Saturnus dan Neptunus. Fenomena langit tidak terbatas pada penampakan Bulan dan Bintang saja. Di awal Januari 2026 pemandangan langit dihiasi dengan penampakan Wolf Moon yang pada saat itu bertepatan dengan Supermoon. Fenomena astronomi yang terjadi di Januari ini tidak sebatas itu. Masih ada beberapa pemandangan langit yang menarik untuk dinanti.
Mengutip laman National Geographic, ada beberapa fenomena astronomi yang terjadi pada pekan ini, 19-25 Januari 2026. Berikut ini adalah fenomena astronomi pada pekan ini dan waktu terjadinya.
Usai purnama yang membuka awal tahun 2026, fase Bulan Baru terjadi pada pekan ini. Ketiadaan cahaya Bulan dapat membuat bintang-bintang dan objek-objek di luar angkasa seperti Gugusan Bintang Beehive, Nebula Orion, dan Galaksi Andromeda dapat terlihat. Fase ini menempatkan Bulan kurang lebih berada dalam satu garis lurus di antara Matahari dan Bumi. Seluruh permukaan Bulan yang disinari Matahari berada di bagian “belakang” bulan dan bagian yang tidak disinari terlihat dari Bumi. Bulan Baru bisa dilihat secara kasat mata sesekali dalam bentuk siluet hanya pada saat momen tertentu seperti saat Gerhana Matahari. Baca Juga: Mengenal Rotasi dan Revolusi Bumi, Apa Hubungannya Serta Dampaknya
2. Komet C/2024 E1 (Wierchos) Mencapai Perihelion - 20 Januari 2026
Komet C/2024 E1 sempat menghilang dari pandangan setelah melewati Matahari. Dalam waktu dekat, komet tersebut segera mencapai perihelion (titik terdekatnya) dengan Matahari. Komet tersebut akan muncul pada tanggal 20 Januari dan dapat diamati pengamat langit di Belahan bumi Selatan. Jika Anda tertarik untuk melihat penampakan komet ini, lihat ke arah barat daya dengan teleskop berukuran sedang atau teropong pengamatan bintang. Beberapa astronom memperkirakan komet ini dapat mencapai magnitudo sekitar 8. Di sisi lain, pengamat di Belahan Bumi Utara akan mendapatkan kesempatan mengamati komet tersebut pada bulan Februari. Baca Juga: Mari Mengenal Fenomena Gerhana Bulan dan Jenisnya serta Penjelasan Masing-Masing
3. Bulan Mendekati Saturnus dan Neptunus - 22-23 Januari 2026
Penampakan Bulan Sabit akan berdampingan dengan Saturnus yang terang, melintasi di langit malam dengan jarak sangat dekat pada tanggal 22 dan 23 Januari. Neptunus, yang dapat dilihat melalui teropong atau teleskop, juga akan berada di dekat kedua benda langit tersebut. Ketiganya bersinar di atas cakrawala barat daya setelah Matahari terbenam, dan akan tetap terlihat selama beberapa jam sebelum terbenam di arah barat.