Pekerja Hyundai Motor Korea Selatan Mogok Kerja, Ini Isi Tuntutannya



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Serikat pekerja Hyundai Motor Korea Selatan menggelar pemogokan penuh pertamanya dalam satu dekade pada hari ini, setelah pembicaraan upah terhenti. Para pekerja menuntut usia pensiun yang lebih tinggi dan perlindungan kerja terhadap kecerdasan buatan dan otomatisasi.

Para pekerja yang mogok dari Hyundai Motor, afiliasinya Kia Corp, dan pemasok mengadakan unjuk rasa di luar kantor pusat Hyundai Motor di Seoul, mengenakan ikat kepala merah dan meneriakkan tuntutan yang mencakup mengizinkan pemasok suku cadang untuk menaikkan harga dan meningkatkan usia pensiun dari 60 tahun saat ini.

"Tokoh-tokoh kunci yang menjadikan Hyundai dan Kia sebagai perusahaan terkuat di dunia selama 35 atau 40 tahun kini dipaksa untuk bekerja berdasarkan kontrak," kata pemimpin serikat pekerja Hyundai, Lee Jong Cheol, dari atas panggung dalam unjuk rasa tersebut seperti dikutip Reuters, Jumat (21/8/2026).


Sekitar 40.000 anggota serikat pekerja Hyundai Motor diperkirakan akan bergabung dalam aksi mogok pada hari ini.  Sekitar 1.200 hingga 1.300 anggota serikat pekerja akan menghadiri unjuk rasa di Seoul, kata seorang pejabat serikat pekerja sebelumnya pada hari Jumat.

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Naik Dalam Sepekan, Dipicu Pelemahan Dolar dan Yield Obligasi AS

Anggota serikat pekerja lain dan mereka yang berafiliasi dengan serikat payung juga terlihat bergabung, sehingga total peserta yang diperkirakan hadir dalam unjuk rasa di ibu kota mencapai sekitar 3.000 orang, tambah pejabat tersebut.

Aksi mogok satu hari ini menggambarkan meningkatnya keresahan buruh di Korea Selatan setelah terpilihnya Presiden Lee Jae Myung yang pro-buruh tahun lalu.

Aksi ini menyusul serangkaian aksi mogok parsial sejak akhir Juli yang telah mengganggu produksi 55.200 kendaraan senilai lebih dari 2,3 triliun won setara US$ 1,67 miliar, menurut perkiraan dari Kantor Berita Yonhap.

Aksi buruh ini menambah tantangan yang dihadapi oleh produsen mobil tersebut, yang pada bulan Juli memperkirakan akan gagal mencapai target penjualan global tahun ini, di tengah meningkatnya persaingan dari China di Eropa dan penurunan penjualan di Korea Selatan.

Tuntutan serikat pekerja untuk menaikkan usia pensiun wajib sejalan dengan janji Presiden Lee untuk secara bertahap meningkatkan batas usia pensiun di salah satu negara dengan populasi yang menua tercepat di dunia.

Serikat pekerja juga berupaya menaikkan bonus menjadi 800% dari gaji pokok bulanan dari sebelumnya 750%, dan menuntut jaminan untuk melindungi pekerjaan seiring perusahaan mengadopsi AI dan otomatisasi.

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Naik Dalam Sepekan, Dipicu Pelemahan Dolar dan Yield Obligasi AS

Hyundai, yang memiliki perusahaan pembuat robot humanoid Boston Dynamics, mengatakan pihaknya berencana untuk mengerahkan robot humanoid di pabriknya di Georgia, AS, mulai tahun 2028, dengan tujuan memperluas penggunaannya di seluruh lokasi produksinya.

Juru bicara serikat pekerja Hyundai Motor, Kim Jin-wook, mengatakan kedua pihak masih berselisih mengenai usia pensiun dan bonus, di antara isu-isu lainnya.

Ia mengatakan, serikat pekerja terbuka untuk melanjutkan pembicaraan upah, tetapi akan membahas rencana pemogokan jika manajemen gagal mengajukan "proposal yang berorientasi ke masa depan."

Hyundai Motor mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menemukan solusi melalui dialog.

"Aksi mogok dapat berdampak pada pelanggan, mitra, dan operasional kami. Kita berada pada saat kritis di mana kedua belah pihak harus bekerja sama untuk berhasil menavigasi transisi global menuju mobilitas masa depan," demikian pernyataan tersebut.