KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berencana kembali menerapkan skema murur dan tanazul pada puncak ibadah haji 1447 H atau 2026 M. Kepala Satuan Operasi Armuzna 2025 Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid menjelaskan, saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah akan menerapkan konsep murur dan tanazul untuk mengurai kepadatan, agar jemaah lebih nyaman dan aman saat beribadah. Sebagaimana diketahui, pada 2024, untuk pertama kalinya pemerintah menerapkan murur dan tanazul saat puncak haji di Armuzna.
“Rencana Murur dan Tanazul memang itu akan kita laksanakan pada tahun ini. Memang sudah dikemukakan oleh pemimpin kita di kementerian haji, bapak menteri juga akan melakukan konsep itu,” tutur Harun kepada awak media, Rabu (21/2/2026).
Baca Juga: Wamenhaj Sebut Biaya Konsumsi Jemaah Haji di Arab Saudi Tahun 2026 Turun Adapun dua skema itu disiapkan bagi jemaah lanjut usia (lansia), difabel, dan sakit serta untuk mengatasi kepadatan jemaah di Mina. Murur adalah metode pergerakan jemaah haji dari Arafah menuju Mina dengan cara melintas atau tanpa turun di Muzdalifah, hanya singgah sebentar di atas bus, sebagai inovasi untuk mengurai kepadatan dan memudahkan jemaah lansia, disabilitas, serta risiko tinggi (Risti). Sedangkan tanazul adalah proses menggantikan atau mendahulukan keberangkatan kloter haji seseorang karena kondisi tertentu. Tanazul ini artinya, jemaah tidak bermalam di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel di Makkah (terutama untuk hotel yang dekat dengan area jamarat) setelah melempar jumrah. Ini bertujuan mengatasi kepadatan tenda dan keterbatasan fasilitas di Mina. Harun menyebutkan, program tanazul diutamakan bagi jemaah yang tinggal di hotel-hotel di kawasan Syisyah dan Raudhah. Kawasan ini berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi melempar jamrah.
Baca Juga: Calon Petugas Haji Dibekali Gambaran Pemetaan Prosesi Ibadah Haji Meski demikian, belum bisa memastikan berapa jumlah Jemaah haji 2026 yang akan melaksanakan murur dan tanazul nantinya. Hal ini lantaran pendataan Jemaah yang akan berangkat tahun ini masih terus berjalan, seiring dengan masih dibukanya proses pelunasan. Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, sebanyak 50 ribu calon haji prioritas akan mengikuti skema murur pada musim haji tahun ini. “Strategi murur ini akan tetap kami lanjutkan dengan memberikan prioritas kepada jamaah lanjut usia, disabilitas dan pendampingnya,” kata Dahnil. Ia menyebut, dua skema ini akan diberikan kepada jamaah Jemaah haji, khususnya mereka yang termasuk dalam kelompok prioritas. “Terkait teknis pelaksanaan, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan bekerja sama dengan dua syarikah pelayanan umum yang telah kami pilih,” kata Dahnil.
Baca Juga: Layanan Haji 2026: Petugas Wajib Beri Layanan Nyata, Bukan Sekadar Administrasi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News