KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Isu keamanan siber yang membayangi industri aset kripto berpotensi menekan kepercayaan investor dan meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek. Seperti diketahui, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, Binance, mengonfirmasi adanya insiden peretasan yang melibatkan transaksi penarikan aset tanpa izin pada 30 Oktober 2026. Binance mengestimasi total dampak kerugian dari peristiwa ini mencapai sekitar US$ 6,3 miliar. Tak sampai situ, dampak dari insiden keamanan tersebut langsung tecermin pada pergerakan harga Bitcoin dan sejumlah altcoin lainnya. Usai kabar peretasan tersebut mencuat, harga bitcoin terpantau tertekan. Mengutip data CoinMarketCap, Jumat (30/10/2026), harga Bitcoin sempat turun ke level US$ 76.400 pada pukul 09.05 WIB, sekaligus menjadi posisi terendah sejak September 2026.
Pelaku Pasar Waspadai Volatilitas Harga Kripto di Tengah Isu Keamanan Siber
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Isu keamanan siber yang membayangi industri aset kripto berpotensi menekan kepercayaan investor dan meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek. Seperti diketahui, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, Binance, mengonfirmasi adanya insiden peretasan yang melibatkan transaksi penarikan aset tanpa izin pada 30 Oktober 2026. Binance mengestimasi total dampak kerugian dari peristiwa ini mencapai sekitar US$ 6,3 miliar. Tak sampai situ, dampak dari insiden keamanan tersebut langsung tecermin pada pergerakan harga Bitcoin dan sejumlah altcoin lainnya. Usai kabar peretasan tersebut mencuat, harga bitcoin terpantau tertekan. Mengutip data CoinMarketCap, Jumat (30/10/2026), harga Bitcoin sempat turun ke level US$ 76.400 pada pukul 09.05 WIB, sekaligus menjadi posisi terendah sejak September 2026.