KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JAKARTA. Indonesian National Shipowners' Association (INSA) tidak mempermasalahkan mengenai waktu proses bongkar barang hingga keluar pelabuhan atau dwelling time. Namun pengusaha meminta agar pengurusan dokumen ekspor impor justru dipercepat, karena hal ini juga menyebabkan biaya yang tinggi. Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, sejauh ini, mereka tidak terlalu bersmasalah dengan dwelling time. Sebab Indonesia tidak seperti Singapura yang meng-handle semua pengurusan kapal yang masuk dan keluar. Menurut Carmelita, Indonesia lebih tepat disamakan dengan India atau Thailand perihal dwelling time. "Seperti kayak di India kita lebih cocok disamakan kayak India lalu Thailand, bukan disamakan kayak Singapura karena mereka hap internasional, mungkin kita hap domestik tapi kita bukan hap internasional," ujar Carmelita, Rabu (6/2).
Pelaku usaha desak pemerintah agar pengurusan dokumen ekspor impor dipercepat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JAKARTA. Indonesian National Shipowners' Association (INSA) tidak mempermasalahkan mengenai waktu proses bongkar barang hingga keluar pelabuhan atau dwelling time. Namun pengusaha meminta agar pengurusan dokumen ekspor impor justru dipercepat, karena hal ini juga menyebabkan biaya yang tinggi. Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, sejauh ini, mereka tidak terlalu bersmasalah dengan dwelling time. Sebab Indonesia tidak seperti Singapura yang meng-handle semua pengurusan kapal yang masuk dan keluar. Menurut Carmelita, Indonesia lebih tepat disamakan dengan India atau Thailand perihal dwelling time. "Seperti kayak di India kita lebih cocok disamakan kayak India lalu Thailand, bukan disamakan kayak Singapura karena mereka hap internasional, mungkin kita hap domestik tapi kita bukan hap internasional," ujar Carmelita, Rabu (6/2).