Pelambatan ekonomi harus dilihat positif



JAKARTA. Menteri keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, harus tetap melihat sisi positif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meski tumbuh 4,71% di kuartal pertama 2015, ekonomi Indonesia masih tetap berkembang. 

Apalagi, pelambatan ekonomi sebetulnya sudah mulai terjadi sejak tahun 2014 lalu. Pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,85%, namun pada tahun 2014 hanya tumbuh 5%. "Harus dilihat dari angle yang positif," kata Bambang, Rabu (6/5) di Istana Negara, Jakarta.

Bambang menjelaskan, situasi perekonomian saat ini memang sulit, seiring dengan penurunan harga komoditas. Ditambah lagi belanja pemerintah yang belum optimal, karena terbentur pembahsan anggaran di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang baru selesai bulan Februari.


Ia yakin, pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa membaik. Bambang juga bilang masih akan mengupayakan pertumbuhan ekonomi agar mencapai 5,7%. "Saya tidak mengatakan kita menyerah atau gimana. Kami upayakan yang terbaik," ujarnya.

Sebelumnya, Bambang ikut mendampingi presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menerima kedatangan Gubernur Bank Indonesia (BI) AGus Martowardojo. Dalam pertemuan itu disinggung mengenai upaya menekan inflasi.

Usai pertemuan, Agus juga berkomentar soal pelambata ekonomi. Agus bilang, BI masih melihat upaya pemerintah untuk merealisasikan anggarannya, serta menggenjot investasi. Adapun dari sisi BI telah menyiapkan rencana berbagai bauran kebijakan untuk menahan laju pelambatan ekonomi dan yakin perekonomian bisa membaik sejak kuartal kedua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia