KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana pelarangan total rokok elektronik dinilai berpotensi besar merugikan bagi perokok dewasa karena menghambat upaya pengurangan dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok. Berbagai kajian ilmiah, baik yang dilakukan di dalam maupun luar negeri, menunjukkan bahwa rokok elektronik memiliki tingkat risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok sehingga keberadaannya menjadi opsi yang realistis bagi perokok dewasa. Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Prof Amaliya, mengatakan rokok elektronik merupakan bagian dari strategi harm reduction (pengurangan risiko), yang dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif dari kebiasaan merokok terhadap kesehatan. Prof. Amaliya mengibaratkan pendekatan ini dengan praktik pengurangan risiko dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan helm saat berkendara motor atau sabuk pengaman ketika mengemudi mobil. “Produk tembakau alternatif direkomendasikan sebagai solusi tambahan bagi perokok dewasa yang tidak mau atau tidak mampu berhenti total, meskipun standar keberhasilan tertinggi tetaplah berhenti merokok sepenuhnya,” kata Prof. Amaliya, Rabu (4/3).
Pelarangan Rokok Elektrik Ancam Perokok Dewasa Kehilangan Opsi Beralih dari Rokok
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana pelarangan total rokok elektronik dinilai berpotensi besar merugikan bagi perokok dewasa karena menghambat upaya pengurangan dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok. Berbagai kajian ilmiah, baik yang dilakukan di dalam maupun luar negeri, menunjukkan bahwa rokok elektronik memiliki tingkat risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok sehingga keberadaannya menjadi opsi yang realistis bagi perokok dewasa. Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Prof Amaliya, mengatakan rokok elektronik merupakan bagian dari strategi harm reduction (pengurangan risiko), yang dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif dari kebiasaan merokok terhadap kesehatan. Prof. Amaliya mengibaratkan pendekatan ini dengan praktik pengurangan risiko dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan helm saat berkendara motor atau sabuk pengaman ketika mengemudi mobil. “Produk tembakau alternatif direkomendasikan sebagai solusi tambahan bagi perokok dewasa yang tidak mau atau tidak mampu berhenti total, meskipun standar keberhasilan tertinggi tetaplah berhenti merokok sepenuhnya,” kata Prof. Amaliya, Rabu (4/3).