Pelatih Maroko: Target Kami Juara Piala Dunia, Bukan Sekadar Lolos ke Semifinal



KONTAN.CO.ID - Pelatih tim nasional Tim nasional sepak bola Maroko, Mohamed Ouahbi, menegaskan timnya belum ingin larut dalam pujian atas perjalanan impresif di Piala Dunia FIFA 2026.

Menjelang laga perempat final melawan Tim nasional sepak bola Prancis pada Kamis (9/7/2026), Ouahbi mengatakan target Maroko adalah meraih gelar juara dunia.

Baca Juga: Tak Kalah dari Pemain, Wasit Tempuh 12-13 Km dalam Satu Laga Piala Dunia


Pertandingan tersebut menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, saat Prancis menghentikan langkah bersejarah Maroko.

Namun kali ini, menurut Ouahbi, timnya datang bukan lagi sebagai kuda hitam, melainkan sebagai salah satu kandidat juara.

"Kami akan melakukan evaluasi setelah turnamen selesai. Saya tidak ingin mengatakan apa pun sekarang karena kami masih bisa meraih lebih banyak. Kami tidak akan mendengarkan orang-orang yang mengatakan apa yang sudah kami lakukan sejauh ini sudah luar biasa," kata Ouahbi dalam konferensi pers, Rabu (8/7).

Ouahbi mengakui Prancis tetap menjadi tim unggulan dalam laga tersebut. Meski begitu, ia memastikan para pemain Maroko akan mengerahkan seluruh kemampuan demi mengamankan tiket ke semifinal.

Baca Juga: Justin Bieber Gabung BTS, Madonna dan Shakira di Halftime Show Final Piala Dunia

"Prancis memang favorit, tetapi kami akan melakukan segala cara untuk menang besok dan lolos ke semifinal," ujarnya.

Ia juga menolak anggapan bahwa pencapaian Maroko sejauh ini sudah layak dianggap sebagai bonus.

"Saya tidak suka dengan anggapan bahwa kami sudah tampil bagus hingga sampai di sini dan sisanya hanyalah bonus. Tidak, bonus yang sesungguhnya adalah menjadi juara Piala Dunia. Itulah mentalitas yang membawa kami sejauh ini dan akan terus kami bawa ke depan," tegasnya.

Prancis, yang menjuarai Piala Dunia 2018 dan menjadi finalis pada edisi 2022, melaju ke perempat final setelah mengalahkan Tim nasional sepak bola Paraguay dengan skor tipis 1-0 pada babak 16 besar melalui penalti Kylian Mbappé.

Mbappé telah mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen, hanya terpaut satu gol dari kapten Tim nasional sepak bola Argentina, Lionel Messi, yang memimpin daftar pencetak gol dengan delapan gol.

Baca Juga: Trump Sebut Kesepakatan Iran Berakhir, Militer AS Kembali Gempur Iran

Selain Mbappé, lini depan Prancis juga diperkuat Ousmane Dembélé, Michael Olise, dan Bradley Barcola, yang dinilai menjadi salah satu lini serang paling berbahaya di turnamen.

Sementara itu, Maroko tampil meyakinkan sejak fase grup sebelum menyingkirkan Tim nasional sepak bola Belanda dan tuan rumah bersama Tim nasional sepak bola Kanada pada fase gugur.

Ouahbi menegaskan timnya masih harus meningkatkan performa jika ingin mengatasi kekuatan Prancis.

"Ini bukan soal siapa yang memiliki keunggulan. Tim Maroko terus berkembang, begitu juga Prancis. Yang terpenting adalah memainkan pertandingan tanpa penyesalan. Masih ada banyak hal yang harus kami perbaiki. Kami harus bermain dengan kemampuan 2.000% dan tidak berpikir bahwa apa yang telah kami capai sejauh ini sudah cukup baik," pungkasnya.