Pelatih Spanyol Sebut Belgia Jadi Ujian Terberat di Piala Dunia



KONTAN.CO.ID – Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente menilai Belgia akan menjadi lawan terberat yang dihadapi timnya sejauh ini saat kedua tim bertemu di babak perempat final Piala Dunia, Jumat (10/7/2026).

Spanyol melaju ke delapan besar setelah menyingkirkan Portugal dengan kemenangan tipis 1-0.

Baca Juga: Yen Tertekan Dekati Level Terendah 40 Tahun Jumat (10/7), Waspadai Intervensi Jepang


Hingga fase ini, La Roja belum sekalipun kebobolan dan tampil konsisten berkat keseimbangan permainan, penguasaan bola yang baik, pertahanan solid, serta lini serang yang produktif.

"Pertandingan besok akan menjadi yang paling sulit yang kami hadapi sejauh ini," kata De la Fuente kepada wartawan di Stadion Los Angeles.

Ia menilai Belgia memiliki skuad berpengalaman yang diperkuat pemain-pemain yang telah sukses membela sejumlah klub elite Eropa.

"Belgia adalah tim yang sangat kuat. Mereka adalah pemain-pemain yang terbiasa meraih kemenangan. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat menantang," ujarnya.

Baca Juga: Aura Prancis Bikin Lawan Gentar, Les Bleus Melenggang ke Semifinal Piala Dunia

Pemenang laga Spanyol kontra Belgia akan menghadapi Prancis pada semifinal yang digelar Selasa (14/7), setelah Les Bleus lebih dulu mengalahkan Maroko 2-0 melalui gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.

Meski mengakui telah menyaksikan kemenangan Prancis dan menilai Les Bleus tampil lebih baik, De la Fuente menegaskan fokus timnya sepenuhnya tertuju pada Belgia.

"Percayalah, saat ini kami hanya memikirkan Belgia," tegasnya.

Untuk membongkar pertahanan Belgia, Spanyol kembali mengandalkan kreativitas penyerang muda Barcelona, Lamine Yamal, yang baru berusia 18 tahun, serta ketajaman Mikel Oyarzabal yang telah mencetak empat gol sepanjang turnamen.

Meski baru mengoleksi satu gol di Piala Dunia, jauh di bawah Lionel Messi dan Kylian Mbappe yang sama-sama telah mencetak delapan gol, De la Fuente yakin Yamal mampu menjadi pembeda.

Baca Juga: Paul Grewal Tinggalkan Coinbase, Bagaimana Nasib Regulasi Kripto?

Menurutnya, Yamal menunjukkan perkembangan yang signifikan, termasuk kontribusinya dalam membantu pertahanan saat Spanyol mengalahkan Portugal.

"Saya yakin dia akan memberikan kontribusi besar di lini serang," kata De la Fuente.

Pelatih berusia 64 tahun itu juga menegaskan keberhasilan Spanyol dibangun melalui kerja sama tim, bukan mengandalkan kemampuan individu semata.

Mengutip filsuf sekaligus Kaisar Romawi Marcus Aurelius, De la Fuente mengatakan, "Apa yang buruk bagi sarang lebah juga buruk bagi seekor lebah," sebagai gambaran bahwa kepentingan tim selalu berada di atas kepentingan individu.