KONTAN.CO.ID - Industri perkapalan di Indonesia semakin berdaya saing dengan ditopang faktor sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan mumpuni dalam memproduksi kapal laut. Saat ini, galangan-galangan nasional sudah bisa membangun beragam jenis kapal seperti kapal niaga yang meliputi kapal penumpang, kapal kontainer, kapal ferry Ro-Ro, dan kapal perintis, kapal perang, hingga penunjang industri offshore seperi accommodation work barge, monopod platform, offshore supply vessel, dan lain-lain. “Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus meningkatkan penyediaan SDM terampil dan kompeten guna mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri perkapalan nasional,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan di Jakarta, Rabu (5/10). Potensi Indonesia kini didukung lebih dari 250 perusahaan galangan kapal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 1 juta tonase bobot mati (dead weight tonnage/DWT) per tahun untuk bangunan baru, dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.
Pelatihan Berbasis 3 in 1 Dongkrak Kompetensi SDM Industri Perkapalan
KONTAN.CO.ID - Industri perkapalan di Indonesia semakin berdaya saing dengan ditopang faktor sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan mumpuni dalam memproduksi kapal laut. Saat ini, galangan-galangan nasional sudah bisa membangun beragam jenis kapal seperti kapal niaga yang meliputi kapal penumpang, kapal kontainer, kapal ferry Ro-Ro, dan kapal perintis, kapal perang, hingga penunjang industri offshore seperi accommodation work barge, monopod platform, offshore supply vessel, dan lain-lain. “Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus meningkatkan penyediaan SDM terampil dan kompeten guna mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri perkapalan nasional,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan di Jakarta, Rabu (5/10). Potensi Indonesia kini didukung lebih dari 250 perusahaan galangan kapal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 1 juta tonase bobot mati (dead weight tonnage/DWT) per tahun untuk bangunan baru, dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.