Pelatihan Keterampilan Kerja Perusahaan Tambang Berdayakan Pemuda Maluku Utara



KONTAN.CO.ID - Kesenjangan keterampilan atau skill gap menjadi salah satu masalah utama ketenagakerjaan di Indonesia. Jutaan pencari kerja sulit mendapatkan pekerjaan karena kurang memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri. 

Permasalahan ini juga terjadi di Provinsi Maluku Utara, tercermin dari data ketenagakerjaan Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara pada Februari 2026. BPS Maluku Utara mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 4,46%, naik 0,2% poin dari TPT Februari 2025 di level 4,26%. 

Sementara itu, hanya 36,07% pekerja yang bekerja di sektor formal, 63,93% lainnya merupakan pekerja informal. Industri pengolahan termasuk pengolahan bijih nikel mendominasi lapangan pekerjaan utama dengan menyerap 25,61% pekerja di sektor formal.    

Kontan - Harita Nickel Kilas Online
© Foto oleh Harita Nickel

Merespons permasalahan ini, Harita Nickel menggelar program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan (PELITA). Program vokasi PELITA bertujuan meningkatkan keterampilan kerja masyarakat Pulau Obi, Maluku Utara, sehingga bisa terserap ke industri pertambangan dan pengolahan nikel. 

Batch pertama PELITA sukses diselenggarakan dengan diikuti 14 peserta pada 2023 lalu, yang semuanya telah menjadi operator wheel loader di perusahaan. Sementara untuk batch kedua pada 2024, meluluskan 28 operator overhead crane yang kini bekerja di fasilitas pemrosesan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF).

Pelaksanaan PELITA batch ketiga dilaksanakan pada 2025 yang memberikan pelatihan bahasa Mandarin kepada 22 peserta. Pelatihan ini berlangsung hingga tujuh bulan, mencakup tiga level sertifikasi HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) yakni: HSK 1, HSK 2, dan HSK 3, yang merupakan standar internasional dalam penguasaan bahasa Mandarin. Saat ini, seluruh peserta sedang menjalani tahap pemagangan. 

Kontan - Harita Nickel Kilas Online
© Foto oleh Harita Nickel
Membuka peluang karier

Adapun dalam peyelenggaraan PELITA batch keempat pada tahun ini, sebanyak 40 pemuda Pulau Obi mendapatkan pelatihan operator overhead crane. Program berlangsung selama tiga bulan dengan memadukan pembinaan keterampilan, fisik, dan kedisiplinan sehingga para peserta dapat memiliki etos kerja industri yang kuat. Selain itu, para peserta juga akan menjalani sertifikasi keahlian agar keahliannya dapat digunakan di perusahaan atau industri lainnya.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menyatakan inisiatif vokasi PELITA merupakan wujud nyata keberpihakan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Dengan kompetensi yang teruji, diharapkan masyarakat Pulau Obi dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. 

“Target kami jelas, agar pemuda lokal memiliki peluang karier yang lebih baik. Terbukti, sebagian besar lulusan PELITA angkatan sebelumnya telah terserap dan bekerja di lingkungan operasi perusahaan,” ujar Broto. 

Dampak program ini dirasakan langsung oleh La Rehan, salah satu peserta PELITA batch IV asal Desa Soligi. Sebelumnya ia bekerja sebagai tenaga harian lepas dan mengikuti seleksi untuk mendapatkan kesempatan belajar keterampilan baru.

"Saya sangat senang bisa terpilih. Program ini memberikan kesempatan bagi kami warga lokal yang minim pengalaman untuk memiliki keterampilan industri. Saya berharap ini menjadi batu loncatan untuk pengembangan karier saya ke depan," ungkapnya.

Sebagai perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi, Harita Nickel saat ini menyerap sekitar 26 ribu tenaga kerja. Sebanyak 85% di antaranya adalah warga negara Indonesia, dan sekitar 50% berasal dari Maluku Utara.

Keberhasilan program PELITA dalam meningkatkan kapasitas dan peluang kerja berkelanjutan bagi masyarakat lokal pun memperoleh apresiasi dari Society of Renewable Energy (SRE). Dalam ajang MineXcellence yang digelar di Jakarta pada 8 Januari 2025, Harita Nickel lewat program PELITA meraih Peringkat 1 (Mining Champion) untuk kategori Pemberdayaan Komunitas Lokal sebagai Tenaga Kerja Tambang. 

Capaian ini menjadi refleksi atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak positif jangka panjang bagi komunitas sekitar sekaligus mendukung keberlanjutan industri pertambangan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News