Pelayaran Nelly (NELY) Bidik Pertumbuhan Kinerja Bisnis 15% pada Tahun 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) menyatakan bahwa pihaknya belum dapat meraih target pendapatan dan kontrak baru di tahun 2023. Ria Novriani Putri Corporate Secretary NELY menuturkan peningkatan kinerja akan terus diusahakan dan diupayakan. 

"Peningkatan kinerja masih terus terjadi di akhir 2023, namun untuk target pendapatan dan kontrak baru 2023 tidak tercapai," jelas Ria saat dihubungi oleh Kontan, Selasa (6/2). 

Asal tahu saja, tahun lalu Perseroan membidik target pendapatan sekitar Rp 500 miliar. Sementara laba bersih diharapkan mencapai Rp 289 miliar. 


Pihaknya masih terus mengusahakan efisiensi pada operasionalnya. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tantangan yang dihadapi oleh Perseroan tahun lalu.

Baca Juga: Puradelta Lestari (DMAS) Targetkan Marketing Sales Rp 1,81 Triliun pada Tahun 2024

Pada kuartal III 2023 lalu, emiten pelayaran ini masih berhasil mencetak pertumbuhan signifikan. Bahkan laba bersih NELY berhasil melesat hingga triple digit. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan NELY kepada entitas induk mencapai Rp 117,99 miliar per 30 September 2023 atau meroket 135,65% secara tahunan atau year on year (YoY).

Per 30 September 2023, NELY membukukan pendapatan Rp 387,47 atau tumbuh 89,51% YoY dari Rp 204,45 miliar. pendapatan sewa kapal berkontribusi Rp 330,91 miliar atau melesat 99,11% YoY. Kemudian jasa pemeliharaan dan perbaikan kapal menyumbang Rp 56,56 miliar.

"Tahun ini, Nelly membidik pertumbuhan kinerja 15% dari pencapaian tahun 2023. Adapun katalis positif bisnis Nelly tahun ini, Nelly masih fokus di bisnis tug and barge," imbuh Ria.

Tak hanya itu, tahun 2024 ini, NELY juga berencana akan menambah armada 2 tugboat dan 2 tongkang. Tahun lalu NELY melakukan penambahan 5 unit tug boat atau kapal tunda dan 5 unit kapal tongkang.

Dengan demikian, NELY memiliki 32 unit kapal tunda dan 32 unit kapal tongkang dengan berbagai ukuran mulai dari 270 feet sampai 300 feet.

Baca Juga: Tambang Ilegal Kian Marak, Produksi PT Timah (TINS) Terdampak

Mengenai capex, NELY mengalokasikan capex 30% dari alokasi tahun 2023 senilai Rp200 miliar. Capex tersebut akan dialokasikan untuk penambahan armada. 

"Capex yang disediakan tahun ini diperkirakan 30%, ini dialokasikan untuk penambahan armada," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .