Pelemahan Rupiah Berpotensi Tekan Minat Umrah 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim keberangkatan umrah tahun 2026 mulai bergulir seiring berakhirnya musim Haji. Namun, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan memberikan tekanan terhadap minat masyarakat untuk mendaftar umrah pada tahun ini.

Pemilik Travel Halal Wisata sekaligus Ketua Umum Asosiasi Mandiri Penyelenggara Umrah dan Haji (AMPUH), Andi Abdul Azis, mengatakan fluktuasi kurs rupiah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya perjalanan ibadah umrah. Pasalnya, sebagian besar komponen biaya umrah menggunakan mata uang dolar AS.

Menurut Andi, jemaah yang telah melakukan pendaftaran tetap akan diberangkatkan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Namun, bagi calon jemaah yang belum melakukan pendaftaran, penyesuaian harga kemungkinan perlu dilakukan jika kondisi kurs terus mengalami tekanan.


Baca Juga: Sapuhi Ungkap Strategi Pertahankan Minat Pendaftar Umrah Saat Pelemahan Kurs Rupiah

"(Tetap diberangkatkan jemaah) Iya tetap, karena jemaah sudah mendaftar. Kalau jemaah belum mendaftar akan ada negosiasi ulang untuk harga," ujar Andi Abdul Azis saat dikonfirmasi Kontan, Senin (1/6/2026).

Pendaftar Umrah Diprediksi Menurun

Andi memperkirakan pelemahan rupiah dapat menyebabkan penurunan jumlah pendaftar umrah hingga 20% dibandingkan kondisi normal. Prediksi tersebut didasarkan pada tren pendaftaran yang terjadi di biro perjalanan yang dikelolanya.

Saat ini, jumlah calon jemaah yang telah mendaftar untuk keberangkatan umrah masih relatif rendah. Menurut Andi, jumlah pendaftar yang masuk baru mencapai sekitar 20% dari target yang biasanya diperoleh pada periode yang sama.

"(Calon jemaah umrah yang sudah daftar sekarang) baru 20 persen. (kurang dari 100) iya betul. Sekitar satu atau dua bus. Satu bus itu hanya 45 orang," kata dia.

Baca Juga: Harga Avtur Turun Hingga 10%, YLKI dan FKBI Minta Harga Tiket Pesawat Diturunkan

Rendahnya angka pendaftaran tersebut mencerminkan sikap masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan ibadah di tengah kenaikan biaya yang dipicu oleh melemahnya kurs rupiah.

Biaya Umrah Berpotensi Naik Hingga 10%

Selain berdampak pada jumlah pendaftar, pelemahan nilai tukar rupiah juga berpotensi meningkatkan biaya paket umrah. Andi memperkirakan kenaikan biaya keberangkatan dapat mencapai sekitar 10% apabila kondisi kurs tidak kunjung membaik.

Kenaikan biaya tersebut dapat mendorong penyelenggara perjalanan umrah untuk melakukan penyesuaian harga paket. Alternatif lainnya adalah melakukan penyesuaian fasilitas yang diberikan kepada jemaah agar biaya operasional tetap dapat ditekan.

"Menaikkan harga, kalau tidak menurunkan fasilitas (jika kondisi rupiah terus melemah)," ucap Andi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News