JAKARTA. Breadtalk Indonesia mengklaim tak luput dari tekanan makro ekonomi, terutama pelemahan rupiah. Johnny Andrean, pemegang hak franchise roti asal Singapura itu beralasan, banyak produk mereka yang harus diimpor dari luar negeri. "Kami bukannya tidak mau menggunakan produk dalam negeri, tapi masalahnya, belum ada supplier dari dalam negeri yang bisa memasok beberapa bahan baku untuk kami," jelas Johnny pada Selasa (18/8). Misal, produk butter yang menjadi salah satu bahan baku pembuatan roti. Di Indonesia, belum ada pihak yang mampu membuat butter, apalagi butter berkualitas mengingat produk Breadtalk sangat mempertahankan kualitas dan kesegaran roti.
Pelemahan rupiah mengganggu bisnis Breadtalk
JAKARTA. Breadtalk Indonesia mengklaim tak luput dari tekanan makro ekonomi, terutama pelemahan rupiah. Johnny Andrean, pemegang hak franchise roti asal Singapura itu beralasan, banyak produk mereka yang harus diimpor dari luar negeri. "Kami bukannya tidak mau menggunakan produk dalam negeri, tapi masalahnya, belum ada supplier dari dalam negeri yang bisa memasok beberapa bahan baku untuk kami," jelas Johnny pada Selasa (18/8). Misal, produk butter yang menjadi salah satu bahan baku pembuatan roti. Di Indonesia, belum ada pihak yang mampu membuat butter, apalagi butter berkualitas mengingat produk Breadtalk sangat mempertahankan kualitas dan kesegaran roti.