KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memberi tekanan terhadap sektor properti nasional. Dampak terbesar dirasakan pada melemahnya daya beli masyarakat yang kemudian memengaruhi penjualan properti, terutama pada segmen komersial dan properti sewa. Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia Raymond Ardan Arfandy mengatakan, kondisi ekonomi yang melambat membuat marketing sales pengembang pada kuartal I-2026 mengalami penurunan cukup signifikan. Segmen properti komersial seperti perkantoran dan apartemen sewa menjadi salah satu yang paling terdampak. “Penurunan daya beli membuat penjualan kuartal pertama ini anjlok cukup dalam, juga untuk property sewa baik office maupun apartemen juga cukup sulit. Ujungnya memang ekonomi yg menurun membuat semua sulit,” ujar Raymond kepada Kontan.co.id, Minggu (17/5/2026).
Pelemahan Rupiah Tekan Daya Beli, Pasar Properti Lesu
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memberi tekanan terhadap sektor properti nasional. Dampak terbesar dirasakan pada melemahnya daya beli masyarakat yang kemudian memengaruhi penjualan properti, terutama pada segmen komersial dan properti sewa. Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia Raymond Ardan Arfandy mengatakan, kondisi ekonomi yang melambat membuat marketing sales pengembang pada kuartal I-2026 mengalami penurunan cukup signifikan. Segmen properti komersial seperti perkantoran dan apartemen sewa menjadi salah satu yang paling terdampak. “Penurunan daya beli membuat penjualan kuartal pertama ini anjlok cukup dalam, juga untuk property sewa baik office maupun apartemen juga cukup sulit. Ujungnya memang ekonomi yg menurun membuat semua sulit,” ujar Raymond kepada Kontan.co.id, Minggu (17/5/2026).
TAG: