KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah menekan keberlanjutan usaha industri kurir, ekspres, dan logistik nasional. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyebut, pelemahan rupiah membuat biaya impor, seluruh elemen biaya usaha ikut melonjak. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Budiyanto Darmastono mengatakan, komponen biaya operasional yang dipengaruhi oleh dolar Amerika Serikat (AS) juga mengerek biaya usaha seperti pengadaan armada, suku cadang, perawatan kendaraan, teknologi dan sistem logistik, pergudangan, hingga biaya distribusi turut meningkat. "Kondisi ini pada akhirnya menekan margin perusahaan kurir, ekspres, dan logistik yang saat ini juga menghadapi persaingan tarif yang sangat ketat," ujarnya kepada Kontan, Senin (8/6/2026).
Pelemahan Rupiah Tekan Industri Logistik, Efisiensi Jadi Andalan Sebelum Kerek Tarif
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah menekan keberlanjutan usaha industri kurir, ekspres, dan logistik nasional. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyebut, pelemahan rupiah membuat biaya impor, seluruh elemen biaya usaha ikut melonjak. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Budiyanto Darmastono mengatakan, komponen biaya operasional yang dipengaruhi oleh dolar Amerika Serikat (AS) juga mengerek biaya usaha seperti pengadaan armada, suku cadang, perawatan kendaraan, teknologi dan sistem logistik, pergudangan, hingga biaya distribusi turut meningkat. "Kondisi ini pada akhirnya menekan margin perusahaan kurir, ekspres, dan logistik yang saat ini juga menghadapi persaingan tarif yang sangat ketat," ujarnya kepada Kontan, Senin (8/6/2026).
TAG: