JAKARTA. Pelabuhan Tanjung Priok bakal berubah menjadi pelabuhan internasional. Saat ini, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II tengah mencari pendanaan senilai Rp 5 triliun-Rp 6 triliun untuk mengembangkan pelabuhan di Jakarta itu menjadi pelabuhan pusat operasi (hub port) bertaraf internasional. Presiden Direktur Pelindo II R.J. Lino menjelaskan, selama ini jalur pengiriman kontainer dari Indonesia ke luar negeri tidak langsung dilayani pelabuhan Tanjung Priok. Sebab, kapasitas Tanjung Priok masih terbatas. "Tanjung Priok hanya mampu mengirim empat juta twenty feet equivalent units (TEUs) kontainer per tahun atau sekitar 40% pengiriman dari Pelabuhan Belawan Medan, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Mas Semarang, dan Pelabuhan Makasar; ke China, Jepang dan Korea," jelas Lino, Senin (2/11). Sisanya, pengiriman ke selain tiga negara tadi, harus melalui pelabuhan milik Singapura atau Malaysia.
Pelindo Butuh Dana untuk Tanjung Priok
JAKARTA. Pelabuhan Tanjung Priok bakal berubah menjadi pelabuhan internasional. Saat ini, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II tengah mencari pendanaan senilai Rp 5 triliun-Rp 6 triliun untuk mengembangkan pelabuhan di Jakarta itu menjadi pelabuhan pusat operasi (hub port) bertaraf internasional. Presiden Direktur Pelindo II R.J. Lino menjelaskan, selama ini jalur pengiriman kontainer dari Indonesia ke luar negeri tidak langsung dilayani pelabuhan Tanjung Priok. Sebab, kapasitas Tanjung Priok masih terbatas. "Tanjung Priok hanya mampu mengirim empat juta twenty feet equivalent units (TEUs) kontainer per tahun atau sekitar 40% pengiriman dari Pelabuhan Belawan Medan, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Mas Semarang, dan Pelabuhan Makasar; ke China, Jepang dan Korea," jelas Lino, Senin (2/11). Sisanya, pengiriman ke selain tiga negara tadi, harus melalui pelabuhan milik Singapura atau Malaysia.