JAKARTA. PT Pelindo Energi Logistik segera mengoperasikan terminal liquefied natural gas (LNG) skala kecil pertama di Indonesia. Perusahaan yang terafiliasi dengan PT Pelabuhan Indonesia III ini, akan mengoperasikan miniscale Benoa LNG Terminal mulai 1 Maret 2016 mendatang. Setiap harinya Benoa LNG akan memasok gas 40 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (mmfcsd) untuk menghidupkan pembangkit Pesanggaran–Bali yang dioperasikan oleh anak usaha PT PLN yakni Indonesia Power. Pembangkit ini berkapasitas sebesar 200 megawatt (MW). Pelindo Energi menggandeng Jaya Samudra Karunia Group sebagai penyedia fasilitas regasifikasi dan penampungan gas terapung. Kapasitas regasifikasi sebesar 50 mmscfd, sedangkan penampungan sebesar 26.000 coal-bed methane (CBM).
Pelindo Energi menjajal bisnis terminal LNG Apung
JAKARTA. PT Pelindo Energi Logistik segera mengoperasikan terminal liquefied natural gas (LNG) skala kecil pertama di Indonesia. Perusahaan yang terafiliasi dengan PT Pelabuhan Indonesia III ini, akan mengoperasikan miniscale Benoa LNG Terminal mulai 1 Maret 2016 mendatang. Setiap harinya Benoa LNG akan memasok gas 40 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (mmfcsd) untuk menghidupkan pembangkit Pesanggaran–Bali yang dioperasikan oleh anak usaha PT PLN yakni Indonesia Power. Pembangkit ini berkapasitas sebesar 200 megawatt (MW). Pelindo Energi menggandeng Jaya Samudra Karunia Group sebagai penyedia fasilitas regasifikasi dan penampungan gas terapung. Kapasitas regasifikasi sebesar 50 mmscfd, sedangkan penampungan sebesar 26.000 coal-bed methane (CBM).