JAKARTA. Tak lama lagi Indonesia akan memiliki miniscale LNG terminal yang pertama, yaitu Benoa LNG Terminal. Sejak ditandatanganinya kesepakatan kerja sama senilai US$ 500 juta antara PT Indonesia Power (anak usaha PT PLN Persero) dan PT Pelindo Energi Logistik sebagai afiliasi perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III, nantinya akan dioperasikan sepenuhnya oleh PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL). Sesuai kesepakatan kerja sama tersebut, maka setiap harinya terminal ini diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan gas sebesar 40 mmscfd guna memasok keperluan gas untuk 200 MW PLTDG Pesanggaran Bali. Guna memenuhi kebutuhan pasokan ini, PT Pelindo Energi Logistik telah menandatangani kontrak dengan Jaya Samudra Karunia Group (JSK Group) sebagai penyedia fasilitas Floating Registration Unit (FRU) dan Floating Storage Unit (FSU). JSK Group mendesain konsep FRU dan FSU secara terpisah.
Pelindo Energi segera operasikan terminal LNG
JAKARTA. Tak lama lagi Indonesia akan memiliki miniscale LNG terminal yang pertama, yaitu Benoa LNG Terminal. Sejak ditandatanganinya kesepakatan kerja sama senilai US$ 500 juta antara PT Indonesia Power (anak usaha PT PLN Persero) dan PT Pelindo Energi Logistik sebagai afiliasi perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III, nantinya akan dioperasikan sepenuhnya oleh PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL). Sesuai kesepakatan kerja sama tersebut, maka setiap harinya terminal ini diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan gas sebesar 40 mmscfd guna memasok keperluan gas untuk 200 MW PLTDG Pesanggaran Bali. Guna memenuhi kebutuhan pasokan ini, PT Pelindo Energi Logistik telah menandatangani kontrak dengan Jaya Samudra Karunia Group (JSK Group) sebagai penyedia fasilitas Floating Registration Unit (FRU) dan Floating Storage Unit (FSU). JSK Group mendesain konsep FRU dan FSU secara terpisah.