Pelindo Perluas Upaya Dekarbonisasi, 500 Kendaraan Logistik Jalani Uji Emisi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menggelar program Merdeka Emisi, berupa uji emisi kendaraan operasional dan kendaraan logistik yang beraktivitas di kawasan pelabuhan. Program ini dilaksanakan serentak di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar dengan melibatkan sekitar 500 kendaraan.

Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebanyak 200 kendaraan mengikuti uji emisi pada Kamis (13/8). Sebagian besar merupakan truk kontainer yang setiap hari melayani kegiatan logistik di kawasan pelabuhan.

Baca Juga: Arus Logistik Semakin Meningkat, Pelindo Siapkan Strategi Antisipasi Kepadatan


Tingginya pergerakan kendaraan menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan lingkungan di kawasan pelabuhan. Melalui Merdeka Emisi, Pelindo mengajak perusahaan angkutan, pengemudi, serta pelaku usaha logistik untuk bersama-sama menjaga kondisi kendaraan dan memenuhi standar emisi yang berlaku.

Kegiatan di Tanjung Priok dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo, jajaran manajemen Pelindo Group, serta perwakilan asosiasi dan pelaku usaha logistik.

Suntana mengatakan, upaya menjaga kualitas udara di kawasan pelabuhan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak yang menjalankan aktivitas di dalamnya.

“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dengan pergerakan kendaraan sangat tinggi. Pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara dan mendorong sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik,” katanya.

Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo mengatakan, program Merdeka Emisi merupakan bagian dari langkah Pelindo menuju pengelolaan pelabuhan yang semakin ramah lingkungan.

“Setiap hari ribuan kendaraan keluar masuk kawasan pelabuhan. Karena itu, upaya menuju Green Port perlu melibatkan seluruh ekosistem yang bekerja dan beraktivitas di pelabuhan. Merdeka Emisi menjadi salah satu cara kami mengajak para pelaku logistik untuk ikut mengambil bagian,” ujar Drajat.

Menurut Drajat, semangat Merdeka Emisi juga sejalan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami ingin semangat kemerdekaan tahun ini membawa pesan sederhana, bahwa lingkungan pelabuhan yang lebih bersih membutuhkan peran kita bersama. Salah satunya dengan memastikan kendaraan yang digunakan sehari-hari dirawat dengan baik dan emisinya memenuhi standar,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, kendaraan menjalani pemeriksaan emisi untuk mengetahui kondisi gas buang. Kendaraan yang hasil pengujiannya belum memenuhi standar emisi diimbau melakukan pemeliharaan dan perbaikan sebelum menjalani pengujian kembali.

Pelaksanaan uji emisi langsung di kawasan pelabuhan juga memberi kemudahan bagi para pengemudi. Mereka dapat melakukan pemeriksaan saat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus mencari lokasi pengujian di luar pelabuhan.

Petrus, salah seorang pengemudi truk yang mengikuti kegiatan ini mengaku terbantu dengan adanya layanan tersebut.

“Uji emisi di pelabuhan ini memudahkan kami. Bisa langsung periksa kendaraan saat sedang di sini,” katanya.

Program Merdeka Emisi melengkapi berbagai upaya Pelindo dalam mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan kepelabuhanan. Pelindo terus melakukan efisiensi penggunaan energi dan bahan bakar, elektrifikasi peralatan dan kendaraan operasional, digitalisasi proses bisnis, serta pemanfaatan energi baru terbarukan di sejumlah fasilitas pelabuhan.

Di bidang lingkungan, Pelindo juga menjalankan rehabilitasi dan konservasi kawasan pesisir serta program pelestarian keanekaragaman hayati di berbagai wilayah operasional.

Menurut Drajat, langkah tersebut juga selaras dengan semangat Danantara Indonesia dalam mendorong perusahaan-perusahaan BUMN untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi negara. Pelabuhan sebagai gerbang utama perdagangan nasional memiliki peran penting dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon sekaligus menjaga efisiensi rantai logistik nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: