KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo merombak susunan pengurus perusahaan. Achmad Muchtasyar ditunjuk menjadi Direktur Utama (Dirut), menggantikan Arif Suhartono. Perubahan struktur direksi diketahui dari laman resmi perusahaan pada Selasa (24/2/2026). Selain mengubah posisi pucuk pimpinan, Pelindo juga menambah jabatan Wakil Direktur Utama dengan mengangkat Drajat Sulistyo.
Kemudian Prasetyadi ditunjuk menjadi Direktur Operasi, menggantikan Putut Sri Muljanto.
Baca Juga: Ganti Nama Jadi Pelindo Sinergi Lokaseva, Fokus Integrasi Pelabuhan dan Logistik Lalu untuk posisi Direktur Komersial ditempati oleh Farid Padang.
Sementara itu, Boy Robyanto yang sebelumnya menjabat Direktur Investasi kini ditunjuk menjadi Direktur Manajemen Risiko.
Lalu Hendri Ginting diangkat menjadi Direktur Kelembagaan, serta Prasetyo menjadi Direktur Pengembangan Usaha. Adapun untuk direksi lainnya tidak mengalami perubahan, seperti Dwi Fatan Lilyana sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, Bachtiar Soeria Atmadja sebagai Direktur Keuangan, dan M Suriawan Wakan sebagai Direktur Teknik. Berikut susunan terbaru jajaran Direksi Pelindo:
- Direktur Utama: Achmad Muchtasyar
- Wakil Direktur Utama: Drajat Sulistyo
- Direktur SDM dan Umum: Dwi Fatan Lilyana
- Direktur Manajemen Risiko: Boy Robyanto
- Direktur Keuangan: Bachtiar Soeria Atmadja
- Direktur Teknik: M Suriawan Wakan
- Direktur Komersial: Farid Padang
- Direktur Pengembangan: Prasetyo
- Direktur Operasi: Prasetyadi
- Direktur Kelembagaan: Hendri Ginting
Profil Achmad Muchtasyar
Sebelum menjadi Dirut Pelindo, Achmad Muchtasyar merupakan Wakil Direktur Utama (Wadirut) Pertamina Patra Niaga (PPN), anak usaha PT Pertamina (Persero). Ia ditunjuk menduduki posisi ini sejak Juli 2025. Achmad memang lebih dikenal berpengalaman di sektor migas.
Baca Juga: Pelindo Optimalkan Tol Cibitung–Cilincing untuk Tekan Biaya Logistik Sebelum menjadi Wadirut Pertamina Patra Niaga, dia pernah menjabat sebagai Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM. Achmad dilantik oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi Dirjen Migas pada 16 Januari 2025, namun dinonaktifkan pada 10 Februari 2025. Artinya hanya menjabat kurang dari sebulan. Sebelum masuk ke pemerintahan, Achmad pernah menjabat sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN pada 2021-2023, serta Direktur Pengembangan Usaha di PT Rekayasa Industri pada 2020-2021. Ia memulai karier sebagai Procurement Service Analyst di ExxonMobil pada 2001-2003. Kemudian bergabung ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan mengisi berbagai jabatan. Pada 2011-2013, Achmad sempat menduduki posisi Kepala Dinas Pengadaan Wilayah II atau Senior Manager of Procurement Area II BPH Migas. Ia pun melanjutkan karier di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) sepanjang 2013-2015 dengan menduduki sejumlah posisi, seperti Kepala Dinas Manajemen Proyek/Sr.
Baca Juga: Strategi Pelindo Regional 2 Banten Optimalkan Layanan Pelabuhan pada 2026 Manager Project Management, serta Senior Manager of Engineering Muara Bakau Project Accelerating Unit. Lalu pada 2015-2016 Achmad berkarier di perusahaan pipa baja milik Bakrie Brothers, PT Bakrie Metal Industry (BMI) sebagai Chief Business Development Officer (CBDO). Selain itu, dia juga sempat menjabat sebagai Tenaga Ahli Kementerian Perhubungan, khususnya bertugas sebagai spesialis layanan transportasi laut, kemaritiman, dan tol laut pada 2019-2020. Dari sisi pendidikan, Achmad memperoleh gelar Sarjana Teknik Perminyakan (S1) dari Universitas Trisakti pada 1997, serta gelar Master of Science (S2) di bidang Industrial Engineering dari University of New Haven, Amerika Serikat, pada 2000.
Dia kemudian melanjutkan pendidikan di bidang hukum dan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Bhayangkara Jaya pada 2020, serta mengambil Program Profesi Insinyur-Universitas Gajah Mada pada 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News