Pelni: Arus mudik lewat jalur laut sepi



KONTAN.CO.ID - PALU. Arus mudik Natal dan Tahun Baru 2018 lewat jalur laut menggunakan kapal penumpang milik PT Pelni dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, terbilang sepi.

"Sampai hari ini penumpang yang akan diberangkatkan dengan KM Lambelu menuju beberapa kota di Pulau Sulawesi dan Kalimantan pada 23 Desember 2017 baru tercatat sekitar 50 orang," kata Kepala Pelni Cabang Palu Benny Baskoro yang dihubungi di Palu, Rabu (20/12).

Ia mengatakan, biasanya penumpang yang mudik Natal dan Tahun Baru umumnya ke bagian utara, seperti Bitung (Sulut). Hanya saja, KM Lambelu rute pelayarannya selama ini bukan pada jalur itu. Sementara, satu unit kapal Pelni yakni KM Labobar untuk sementara tidak singgah di Pelabuhan Pantoloan, Palu.


"Yang singgah hanya KM Lambelu saja, tetapi tidak berlayar ke Sulut," katanya.

Benny mengaku pengguna moda transportasi kapal Pelni dari tahun ke tahun terus menurun drastis. Sebab, kebanyakan menggunakan jasa transportasi udara yang jauh lebih singkat waktu perjalanan dan harga tiket terbilang cukup terjangkau semua kalangan.

Sedangkan, kapal laut meski tiketnya jauh lebih murah, tetapi semakin kurang orang yang melakukan perjalanan mudik dengan kapal Pelni. Menurut Benny, hanya orang-orang yang ekonomi menengah ke bawah yang masih menggunakan kapal laut saat mudik Natal dan Tahun Baru.

Pantauan di loket Pelni Jalan RA Kartina, Palu Timur, terlihat sepi dari antrean pembeli tiket. Tidak ada seorangpun calon penumpang yang terlihat berada di loket penjualan kecuali dua karyawan Pelni yang setia menunggu di loket.

"Penumpangnya sangat sepi, meskipun tanggal 23 Desember 2017 merupakan pemberangkatan mudik Natal terakhir dengan kapal laut," kata salah seorang karyawan di bagian penjualan tiket.

Dia mengaku, jumlah penumpang KM Lambelu yang akan berangkat pada 23 Desember dari pelabuhan Pantoloan tujuan Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Parepare-Makassar-Baubau sampai Rabu (20/12) baru tercatat 50 orang. Padahal kapasitas angkut kapal Pelni tersebut sekitar 2.000 orang. (Anas Masa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini