Pelni siap operasikan Kapal Perintis Sanus 66



JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) siap menjalankan amanah penugasan untuk mengoperasikan kapal perintis, KM. Sabuk Nusantara (Sanus) 66. Kapal ini merupakan satu dari 46 kapal perintis yang pengoperasiannya ditugaskan pemerintah kepada perusahaan.

Corporate secretary Pelni Didik Dwi Prasetio mengatakan KM Sanus 66 didesain untuk kapal jarak pendek dengan tempat duduk. Kapal ini akan menggantikan kapal KM Sanus 46 yang telah beroperasi sejak awal tahun lalu.

“Berbeda dengan KM Sanus 46 yang beroperasi dari Jakarta 2 hari sekali, KM Sanus 66 akan beroperasi setiap hari dengan tarif Rp 15.000,- sudah termasuk asuransi,” kata Didik dalam keterangan resminya, Rabu (24/5).


Sedangkan jadwal KM Sanus 66 akan berangkat pada pukul 08.00 dari Pelabuhan Sunda Kelapa dan kembali sekitar pukul 16.00 dari Pulau Kelapa, secara reguler atau berjalan setiap hari. Kapal ini singgah di Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa sebagai tujuan akhir. “Hari itu juga kapal kembali ke Jakarta dan besok paginya berangkat lagi dari Sunda Kelapa,” tambah Didik.

Lebih lanjut Didik mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 destinasi wisata unggulan pada tahun 2016, salah satunya Kepulauan Seribu di Provinsi DKI Jakarta masuk dalam penetapan itu.

Sejalan dengan itu, pengoperasian KM Sanus 66 memiliki dua peran yakni sebagai angkutan keperintisan dari ibu kota ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu dengan jadwal tetap dan tarif terjangkau, sehingga menjadi sarana transportasi murah warga Kepulauan Seribu yang akan memasarkan hasil bumi ke ibu kota.

Peran kedua, sebagai pendukung pemerintah di bidang pariwisata. Dengan tarif terjangkau KM Sanus 66 dapat digunakan bagi warga Jabodetabek berwisata ke Kepulauan Seribu dengan biaya terjangkau.

Dalam waktu dekat akan memasuki Idul Fitri 1438 H dan KM Sanus 66 akan mendukung angkutan lebaran 2017 ini. Untuk menunjang pelayanan KM.

Didik bilang, agar kapal beroperasi aman dan lancar maka diperlukan juga terminal penumpang sementara dan pengerukan alur pelabuhan “Kami mohon kepada Kementerian Perhubungan melalui Pak Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut untuk mendukung sarana ini untuk pelayanan yang lebih baik,” tutup Didik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto