Pelni Siapkan Sembilan Kapal Baru, Tiga Diantaranya Pakai Dana PMN Rp 4 Triliun



KONTAN.CO.ID - BAUBAU. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyiapkan pengadaan sembilan kapal untuk memperkuat kapasitas armada di tengah tingginya kebutuhan angkutan laut.

Rencana tersebut terdiri dari pengadaan tiga kapal penumpang untuk mendukung layanan public service obligation (PSO) dan enam kapal tambahan yang akan didanai dari kas internal perusahaan.

Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya mengatakan untuk pengadaan tiga kapal PSO, PELNI memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 4 triliun. Sementara itu, total kebutuhan pengadaan tiga kapal tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 4,5 triliun.


Baca Juga: XLSMART (EXCL) Perluas Jaringan 5G Targetkan Bisa Jangkau 88 Kota hingga Akhir 2026 "Ini hal yang sangat penting bagi kita, mengingat usia kapal kita. jadi untuk PMN itu memang kita mendapatkan sebesar Rp4 triliun. Untuk nilai kapal Rp4,5 triliun ya. Rp 500 miliar pakai dana kita sendiri sebenarnya," ungkap Budi, Rabu (2/9/2026).  Rencananya, tiga kapal ini akan menggantikan kapal Pelni yang telah berusia lanjut, yakni KM Umsini (dibangun 1980-an), KM Lawit (dibangun 1987), dan KM Tidar (dibangun 1986). Jika ditotal, sebenarnya terdapat 12 kapal Pelni yang telah berusia lebih dari 35 tahun. Karena itu, penambahan tiga kapal melalui skema PMN ini sebenarnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan peremajaan armada secara keseluruhan. Pelni menargetkan kapal pertama dari total pengadaan tiga kapal pso tersebut akan mulai meluncur pada Juli 2029 mendatang. Saat ini, proses dari ketiga kapal masih terus berjalan. Pelni sendiri telah menunjuk perusahaan asal Italia sebagai pihak yang mengerjakan desain melalui proses tender terbuka. Rencananya, dalam 10 bulan ke depan proses pembangunan kapal pertama sudah dapat dimulai di galangan yang nantinya ditunjuk.

Di luar pengadaan tiga kapal PSO, Pelni juga berencana menambah enam kapal yang akan diupayakan secara mandiri.

Baca Juga: Samudera (SMDR) Tambah Ratusan Armada Berbasis IoT, Gudang Cikarang Dipasangi PLTS

Salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah skema leasing atau sewa kapal dari penyedia internasional.

"Terus ada yang rencana kapal jenis roll-on/roll-off (RoRo). Jadi itu juga bagian dari kita untuk memperbarui armada. Jadi kita tidak hanya tergantung pada PMN sebenarnya," ucapnya.

Langkah tersebut ditempuh karena kebutuhan kapal di sejumlah rute Pelni sudah cukup tinggi, sementara pembangunan kapal baru membutuhkan waktu yang panjang. "Kami coba barengan," kata Budi ketika ditanya mengenai roadmap pengadaan tiga kapal PMN dan enam kapal tambahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News