Peluang bisnis Es Cendol Gading



Sejak lama es cendol menjadi minuman favorit orang Indonesia. Lantaran peminatnya banyak, bisnis es cendol pun terus berkembang. Seperti dialami Nurul Huda yang mengusung brand Es Cendol Gading di Rawamangun, Jakarta Timur. Ia terjun ke bisnis ini sejak tahun 1996 dan menawarkan waralaba tahun 2005.

Saat ini, jumlah mitra usaha Es Cendol Gading sudah lebih dari 500 mitra. Sementara gerai milik sendiri hanya ada sembilan. Bahkan, jumlah mitra Nurul sempat mencapai 600 mitra.

Tapi karena faktor lokasi dan manajemen yang kurang baik, beberapa memilih menutup usahanya. "Sebagian besar gerai mitra tutup lantaran sumber daya manusianya tidak bagus dan keluar masuk," ujar Nurul.


Nurul mengaku, sampai saat ini masih banyak orang yang tertarik bergabung menjadi mitra. Dalam setiap bulan ada saja yang resmi bergabung.  Lantaran pasar masih menjanjikan,  Nurul berencana menawarkan konsep resto. Saat ini, Nurul sudah membuka satu gerai ukuran restoran.

Bila konsep resto ini menjanjikan, maka ia akan fokus menawarkan waralaba es cendol gading dengan konsep resto. Meskipun demikian, Nurul masih membuka tawaran waralaba es cendol gading dengan konsep gerobak. Saat ini, ia mematok biaya investasi sebesar Rp 5 juta untuk mitra dalam kota Jakarta.

Dengan modal sebesar itu, mitra akan mendapatkan satu unit konter eksklusif es cendol gading, satu buah termos, dan segala kebutuhan lainnya. Perkiraan dalam sehari mitra bisa menjual 50 gelas es cendol dengan harga mulai Rp 4.000 hingga Rp 7.000 per gelas.

Dengan demikian, mitra bisa meraup omzet  Rp 250.000 - Rp 300.000 per hari. Adapun laba bersihnya sekitar 50% dari omzet. Untuk mitra dari luar kota, dipungut biaya investasi sebesar Rp 9 juta.  Mitra akan mendapatkan alat untuk memproduksi es cendol dan mengembangkan jaringan waralaba di daerahnya.

Mitra juga akan mendapatkan segala kebutuhan untuk operasional. Dalam sehari mitra ditargetkan bisa menjual sebanyak 100 gelas atau beromzet sekitar Rp 500.000-Rp 600.000 per hari, dengan profit sebesar 50%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri