Peluang bisnis jamur crispy



Bisnis camilan berbahan baku jamur belum surut. Lantaran pasarnya masih menjanjikan, banyak pemain bisnis ini yang menawarkan waralaba atau kemitraan. Salah satunya adalah Agung Nugroho yang mengusung bendera usaha P15 di Yogyakarta.  

Ia menawarkan kemitraan sejak sejak bulan Juli 2009, tak lama setelah usahanya berdiri pada bulan Juli 2009.  Saat ini, P15 telah  memiliki 20 gerai yang seluruhnya dimiliki mitra. Gerai mitra itu tersebar di Yogyakarta, Solo, Jember, dan Bengkulu.

P15 menyediakan menu olahan jamur crispy dengan sembilan pilihan rasa. Di antaranya ada rasa original, keju, barbeque, balado, sate panggang, ayam bakar, dan jagung pedas. Jamur crispy olahan Agung ini dibanderol Rp 5.000 per porsi.


Ia mengklaim, olahan jamurnya menyehatkan karena tidak memakai vetsin atau bahan kimia lain. "Jamur crispy kami dijamin original," ujarnya. Dalam kerjasama kemitraan ini, ia menawarkan paket investasi sebesar Rp 5,5 juta.

Mitra akan memperoleh kerja sama selama dua tahun, booth, dan peralatan masak. Bila masa kerja sama habis, mitra bisa memperpanjang hanya dengan membayar Rp 700.000.

Agung menargetkan, mitra usahanya bisa meraup omzet minimal Rp 4,5 juta per bulan. Dengan asumsi, dalam sehari mitra bisa menjual 20 hingga 40 porsi  jamur crispy. Dengan laba bersih 30% hingga 40% dari omzet, mitra diperkirakan bisa balik modal dalam waktu enam hingga 12 bulan.

Selain paket Rp 5,5 juta, ia juga menawarkan paket master franchise, dengan biaya investai mulai Rp 15 juta, Rp 20 juta, dan Rp 25 juta. " semakin mahal harga master ftancise maka semakin banyak fasilitas yang didapat," jelasAgung. Master franchise ini akan membawahi seluruh gerai yang berada di wilayah operasinya.

Jadi nanti, mitra di wilayahnya akan membeli bahan baku tepung crispy ke master franchise. Jika belum ada master franchise di wilayah itu, mitra wajib membeli langsung ke kantor pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri