Peluang bisnis produk pembersih



Kebutuhan akan produk-produk pembersih, seperti sabun pencuci piring, sabun pencuci tangan, sabun pembersih, detergen, pembersih lantai, dan pembersih mobil sangat tinggi di pasaran. Tingginya kebutuhan produk pembersih itu mendorong Q-Lang untuk terjun ke usaha ini.

Sejak tahun 2009, Q-Lang fokus memproduksi dan menjual aneka produk pembersih yang dapat diisi ulang. Untuk memasarkan produknya, Q-Lang menawarkan kerjasama kemitraan. Dalam kerjasama ini, ada dua paket investasi yang ditawarkan.

Pertama, paket agen senilai Rp 2,5 juta. Agen akan mendapatkan sembilan dirigen sabun dengan satu rak tempat dirigen beserta gelas ukur. Selain itu, juga mendapat banner dan brosur. Keuntungan agen sebesar 12% hingga 15% per produk.


Kedua, paket diler senilai Rp 14 juta. Dalam paket ini, mitra akan mendapatkan 45 dirigen sabun yang dapat dipilih sendiri dan bebas jumlah jenisnya.

Mitra juga mendapatkan alat ukur, lima rak tempat dirigen, meja kasir, brosur, dan banner. "Keuntungan diler sebesar 20% hingga 35% per produk tergantung jenisnya," ujar Rosalin Agustina, Supervisor Q-Lang.

Seluruh pembersih yang dijual di Q-Lang adalah buatan sendiri yang diproduksi di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. "Kelebihan kami adalah pembeli bisa membeli pembersihnya sesuai kebutuhan dan kapasitas dananya," ujar Rosalin.

Ia mencontohkan, untuk sabun cuci tangan dengan harga Rp 8.500 per liter, konsumen bisa membelinya dengan harga Rp 1.000 dan mendapat sesuai takaran. Pembeli juga bisa membawa kemasannya sendiri. "Kalau tidak bawa, kami juga menyediakan plastik," ujarnya.

Selain itu, harga Q-Lang cenderung lebih murah sekitar 20% dari harga pembersih di pasaran. Menurutnya, harga di pasaran lebih mahal karena merek dan kemasannya.

Harga produk yang dijual di Q-Lang bervariasi. Untuk sabun cuci tangan dibanderol Rp 8.500 per liter. Sedangkan sampo mobil dihargai Rp 18.500 per liter. Menurut Rosalin, Q-Lang kini telah memiliki ratusan dealer dan agen yang tersebar di Jabodetabek, Lampung, dan Padang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri