Peluang cantik bisnis salon kecantikan



Menjadi cantik adalah impian semua perempuan. Tak heran, kaum hawa ini sangat senang merawat tubuhnya. Mulai rambut, wajah, hingga kulit tubuh tak luput dari perhatian mereka.

Demi mendapatkan perawatan maksimal, banyak perempuan mendatangi salon perawatan tubuh. Peluang itu juga yang ditangkap Salon Le Princesse di Bandung, Jawa Barat.

Untuk mengembangkan usahanya, salon yang berdiri pada 2011 ini resmi menawarkan kemitraan pada Januari 2012. Salon Le Princesse berada di bawah manajemen PT Bandung Era Sentra Waralaba (Best Waralaba).


Reno Syafrudin, Executive Marketing PT Best Waralaba, mengatakan, saat ini Le Princesse belum memiliki mitra. Namun, “Kami sedang dalam proses menjalin kemitraan dengan dua pihak di Jakarta dan Medan,” ujarnya.

Le Princesse menawarkan beragam program perawatan rambut dan kecantikan, di antaranya jasa potong rambut, pewarnaan rambut, spa rambut, creambath, dan pelurusan rambut atau smoothing.

Selain perawatan rambut, salon ini juga menyediakan layanan perawatan wajah seperti facial. Lalu ada juga perawatan kuku, seperti manicure, pedicure, dan refleksi kaki.

Tarif perawatan di salon ini mulai Rp 80.000 hingga Rp 5 juta untuk full face and body treatment. "Produk perawatan rambut yang mereka pakai merupakan produk merek terkenal yang telah teruji kualitasnya," kata Reno.

Salon Le Princesse buka setiap hari sejak pukul sembilan pagi hingga pukul tujuh malam. Menurut Reno, awalnya salon Le Princesse ini didirikan atas permintaan rekan-rekan sang pemilik, Putri Aluwi.

Namun, konsep salonnya bukan sekadar menyediakan perawatan yang bagus. "Tapi juga disertai atmosfer yang membuat para pelanggan merasa nyaman," ujar Reno.

Meski menyasar kaum hawa, salon ini juga terbuka bagi pelanggan pria. Mereka bisa memanfaatkan berbagai bentuk perawatan, seperti refleksi kaki dan pewarnaan rambut.

Dalam kerjasama kemitraan ini, Le Princesse menawarkan dua paket investasi. Pertama, paket dengan biaya investasi Rp 225 juta. Dalam paket ini, mitra harus menyiapkan tempat salon seluas 40 meter persegi. Reno menjanjikan, omzet mitra sebesar Rp 60 juta per bulan.

Dengan laba bersih 40, mitra bisa balik modal setelah 18 bulan beroperasi. Kedua, paket dengan biaya investasi Rp 325 juta. Luas tempatnya sekitar 80 meter persegi.

Untuk paket ini, estimasi omzetnya mencapai Rp 120 juta per bulan dengan laba bersih 40%. “Mitra yang mengambil paket bisa balik modal dalam waktu sekitar 15 bulan,” kata dia.

Dari masing-masing paket, mitra akan mendapatkan sejumlah fasilitas, di antaranya renovasi ruangan, promosi, peralatan salon lengkap, bahan baku, serta rekrutmen dan pelatihan karyawan. Yang membedakan kedua paket hanyalah kapasitas

salon. Le Princesse juga memungut biaya royalti sebesar 5% dari omzet saban bulan. Menurut Reno, lokasi sangat mempengaruhi perolehan omzet mitra. Makanya, lokasi salon harus berada di tempat strategis. Tujuannya, agar target omzet dan balik modal bisa tercapai.

Pusat salon Le Princess sendiri berada di Jalan Cihampelas yang merupakan pusat wisata fesyen dan kuliner di Kota Paris van Java itu.

Konsultan wirausaha, Khoerussalim Ikhsan menilai salon Le Princesse terlalu dini menawarkan program kemitraan lantaran usia bisnisnya belum sampai dua tahun.

Ia menyarankan Le Princesse membuka cabang sendiri dulu guna membuktikan bahwa pengelolaan salon kecantikan ini memang menguntungkan.

Jika memang sudah teruji, barulah ia bisa mencari mitra untuk mendukung usahanya. Lantaran usianya yang masih muda, Salim menyarankan salon ini menunda program kemitraan hingga beberapa tahun ke depan sambil terus menambah cabang sendiri. “Saran saya, jangan terburu nafsu mencari investasi di luar. Lebih baik membuka cabang sendiri dulu,” katanya.Salon Le Princesse                                                                                                                                                               Jalan Cihampelas No. 51A,                                                                                                                                                  Bandung,  Jawa Barat                                                                                                                                                         HP: 08811667121

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri