Menikmati durian berdaging putih atau kuning tentu sudah biasa. Namun, ada jenis durian yang masih jarang ditemui di pasar, yakni durian berdaging merah. Selain warna yang eksotis, durian bernama latin Durio graveolens ini banyak dicari karena dagingnya lebih tebal, serta berkadar alkohol rendah. Jadi, aman dikonsumsi dalam jumlah banyak. Seorang pembudidaya di Banyuwangi, Jawa Timur, Franciscus Wawan menjual bibit durian merah sejak tahun lalu. Menurutnya, durian merah masuk ke Banyuwangi sejak 2007. Ia mengaku, tidak tahu asal buah ini. Namun, bisa dibilang, seluruh bibit yang dikembangkan pembudidaya di Banyuwangi berasal dari satu pohon indukan milik warga bernama Serad. Konon pohon itu berasal dari Kalimantan. "Pak Serad sendiri tidak tahu asal muasal pohon itu. Sudah ada sejak ia belum lahir," tutur Wawan.
Hal ini diamini Sulismono pemilik usaha buahbuahimpian.com di Semarang. Ia mengatakan mulai membudidayakan durian merah pada 2010. Bibit didapat dari Banyuwangi. Durian merah sejatinya memiliki beberapa varian. Ada yang merah marun seperti darah, dan ada yang berwarna merah semburat alias bercampur dengan warna kuning. "Sekarang banyak yang menyebut itu durian pelangi, walaupun sebetulnya turunan dari durian merah," papar Sulismono. Wawan membudidayakan bibit durian merah di lahan seluas 160 meter persegi (m2). Saban bulan, ia bisa menjual 50 bibit durian merah. Namun, karena tanaman ini hanya berbuah setahun sekali, yaitu antara Mei hingga Juli, sehingga kebanyakan pembeli bibit berasal dari pehobi. "Lebih berprospek menjual bibit dibandingkan menjual buahnya," ungkapnya.