Peluang kemitraan cireng



Cireng alias aci digoreng merupakan camilan yang banyak digemari orang. Apalagi, makanan asli Jawa Barat ini hadir dengan berbagai varian rasa dan bentuk.

Salah satu pemain yang menawarkan cireng dengan berbagai varian rasa ini adalah Galih di Bintaro, Jakarta Selatan. Sejak tahun 2010, ia fokus memproduksi cireng dengan brand Serbu.

Cireng buatan Galih diisi dengan berbagai macam rasa, seperti ayam pedas, cornet, sosis, bakso, keju, dan kacang pedas. Produk cireng itu dibanderol Rp 2.000 per buah. Saat ini, Galih sudah memiliki dua gerai Serbu di Bintaro dan Tangerang. "Dua-duanya milik sendiri," ujar Galih.


Setelah melihat prospeknya bagus, pada bulan Juli 2012 ini Galih mulai menawarkan kemitraan usaha. Ia menawarkan satu paket kemitraan dengan biaya investasi sebesar Rp 3,5 juta.

Dengan biaya sebesar itu, mitra akan mendapatkan satu unit gerobak, meja, bangku, dan kompor gas berikut tabungnya. Mitra juga akan mendapat pasokan 100 buah cireng isi dengan enam pilihan rasa. "Jadi mitra tinggal mencari lokasi dan berjualan saja," ujarnya,

Ia menargetkan, mitra bisa bisa menjual rata-rata 150 sampai 200 cireng per hari. Dari situ, mitra bisa mengantongi omzet minimal Rp 300.000 per hari.

Dengan laba bersih sekitar 50%, Galih menjanjikan, mitra balik modal dalam waktu empat bulan sejak beroperasi. Dalam kerjasama ini, mitra diharuskan membeli bahan baku dari Galih dalam bentuk bahan mentah. "Mitra tinggal menggorengnya saja ketika ada pesanan," ujarnya.

Galih mengklaim, produk cirengnya memiliki kelebihan karena terbuat dari bahan-bahan segar dan bumbu yang khas. "Yang pasti pelanggan tidak akan kecewa," ujarnya.

Selain menjual cireng, Galih juga memiliki menu lain, yakni donat. Namun, menu ini tidak wajib dijual mitra. Kalau mitra mau dan bersedia, maka Galih akan menyuplainya. Tapi bila tidak berminat, ia hanya menyediakan cireng saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri