Peluang Kerja Australia Melonjak! Ini Sektor Paling Bersinar



KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Pasar tenaga kerja Australia menunjukkan sinyal ketahanan di awal tahun. Iklan lowongan kerja pada Februari 2026 kembali meningkat untuk bulan kedua berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam 16 bulan terakhir.

Melansir Reuters (2/3), data dari Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) bersama situs pencari kerja Indeed menunjukkan jumlah iklan lowongan naik 3,2% pada Februari dibandingkan Januari. Kenaikan Januari sendiri direvisi naik menjadi 5,2%. Ini menjadi kenaikan bulanan beruntun pertama sejak Oktober 2024 dan membawa jumlah lowongan ke titik tertinggi sejak periode tersebut.

Secara tahunan, jumlah iklan lowongan pada Februari tercatat 2,3% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, levelnya masih 16,6% di atas posisi sebelum pandemi.


Kuatnya permintaan tenaga kerja ini mempertegas kondisi pasar kerja Australia yang masih solid. Tingkat pengangguran bertahan di 4,1%, level yang relatif rendah secara historis.

Baca Juga: Australia Tegaskan Tak Akan Terlibat Militer dalam Konflik Iran

Situasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi Reserve Bank of Australia yang bulan lalu menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%. Langkah itu diambil setelah inflasi kembali menunjukkan akselerasi usai tiga kali pemangkasan suku bunga pada tahun sebelumnya.

Dengan pasar tenaga kerja yang tetap ketat, pelaku pasar kini meningkatkan ekspektasi pengetatan lanjutan. Probabilitas kenaikan suku bunga kembali pada Mei diperkirakan mencapai 77%.

Ekonom Senior Indeed Callam Pickering menilai, awal tahun diwarnai kebangkitan aktivitas perekrutan. “Tahun baru bertepatan dengan kembali bergairahnya perekrutan di seluruh negeri,” ujarnya. Ia menambahkan, lowongan untuk perawat melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua tahun, sementara peluang di sektor manajemen juga meningkat tajam.

Data ini memperlihatkan bahwa di tengah tekanan inflasi dan kebijakan moneter yang lebih ketat, dunia usaha Australia masih agresif mencari tenaga kerja, sebuah sinyal bahwa mesin ekonomi Negeri Kanguru belum kehilangan tenaga.

Baca Juga: China Rem Reli Yuan, Dolar Australia Jadi Bintang di Bulan Februari 2026

TAG: