Peluang manis bisnis Capcin Mang Kacau



JAKARTA. Meski sudah banyak pemain, tak menyurutkan para pelaku usaha kuliner untuk menjajal usaha minuman cappucino cincau alias capcin. Maklum, selain sedang tren, minuman ini sudah memiliki  banyak penggemar. Mereka orang-orang yang telah merasakan khasiat minuman yang mampu memperlancar pencernaan dan meredakan panas ini. Apalagi, harga jualnya sangat terjangkau.Makanya, pemain baru terus bermunculan. Salah satunya, Capcin Mang Kacau yang didirikan sejak Juni 2013 bermarkas di Jakarta. Pemiliknya, Satrio (39) memilih nama tersebut, supaya unik dan menarik konsumen.Sejak itu pula, ia langsung membuka peluang kemitraan. "Sebab, saya sudah berpengalaman selama tujuh tahun mengembangkan bisnis Kebab Ali Baba," klaimnya.Meski baru berdiri, saat ini, sudah ada 30 gerai Capcin Mang Kacau yang beroperasi. Gerai tersebut tersebar di Jakarta, Bandung, Sragen, Solo, hingga Padang. Rinciannya, empat gerai milik pusat, sementara sisanya gerai kepunyaan mitra.Kata Satrio, berbeda dengan usaha capcin lainnya, Capcin Mang Kacau tidak hanya menjual cappucino cincau, tetapi juga white coffee cincau, milk tea cincau, dan chocotea cincau. Satu cup minuman ini dibanderol seharga Rp 6.000.Anda berminat menjadi mitra Mang Kacau? Ada dua paket kemitraan yang ditawarkan. Pertama, paket indoor dengan investasi senilai Rp 6 juta. Lalu, paket outdoor senilai Rp 7,5 juta. Perbedaan keduanya hanya terletak pada desain booth.Satrio bilang, mengacu gerai yang sudah beroperasi, dalam sehari, satu gerai bisa menjual sekitar 75 cup capcin. Jadi, dalam sebulan, mitra bisa mengantongi omzet Rp 13,5 juta. Setelah dikurangi biaya beli bahan baku, sewa tempat, dan gaji satu karyawan, mitra ditargetkan masih bisa mengantongi laba bersih 20%. Jika target itu tercapai, mitra sudah bisa balik modal dalam lima bulan.Mang Kacau memasok bahan baku dalam bentuk kemasan atau sachet kepada mitra. Harga bahan baku dibanderol Rp 80.000 - Rp 100.000 per kg atau setara 50 sachet.Dalam sehari, kata Satrio, mitra membeli sekitar 2 kg bahan baku. "Karena sudah dalam bentuk kemasan, mitra mudah mengontrol bahan baku," ujarnya. Satrio optimistis, bisa menggaet 15 mitra baru dalam sebulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dupla Kartini