JAKARTA. Peluang pengusaha domestik untuk bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN bisa semakin terkikis karena masih banyaknya tumpang tindih perizinan di tingkat kabupaten dan kota, yang pada akhirnya menggerogoti daya saing barang produksi domestik. Direktur Keuangan Negara dan Analisa Moneter Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Sidqy L.P Pangesti kepada Antara di Jakarta, Rabu, mengatakan di era pemberlakuan MEA tahun ini, justru pengusaha dalam negeri masih terbebani dengan birokrasi dan perizinan yang rumit di tingkat pemerintah daerah. Sementara, pengusaha asing dari Asia Tenggara justeru mendapat berbagai fasilitas seperti relaksasi peraturan dan akses seperti yang dijanjikan dalam MEA untuk masuk ke Indonesia.
Peluang MEA terkikis banyaknya perizinan daerah
JAKARTA. Peluang pengusaha domestik untuk bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN bisa semakin terkikis karena masih banyaknya tumpang tindih perizinan di tingkat kabupaten dan kota, yang pada akhirnya menggerogoti daya saing barang produksi domestik. Direktur Keuangan Negara dan Analisa Moneter Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Sidqy L.P Pangesti kepada Antara di Jakarta, Rabu, mengatakan di era pemberlakuan MEA tahun ini, justru pengusaha dalam negeri masih terbebani dengan birokrasi dan perizinan yang rumit di tingkat pemerintah daerah. Sementara, pengusaha asing dari Asia Tenggara justeru mendapat berbagai fasilitas seperti relaksasi peraturan dan akses seperti yang dijanjikan dalam MEA untuk masuk ke Indonesia.