Peluang Pemangkasan BI Rate Masih Terbuka Tahun Ini, Perry Ungkap Syaratnya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memberi sinyal terbuka peluang melakukan pemangkasan suku bunga atau BI-Rate pada 2026 tahun ini.

Sebagaimana diketahui, BI masih mempertahankan suku bunga di level 4,75% pada periode Januari dan Februari 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa peluang pemangkasan BI Rate masih diperlukan. Hal itu sejalan dengan inflasi yang diperkirakan rendah tahun ini, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi.


“Untuk bauran kebijakan, bagaimana arah kebijakan suku bunga ke depan, kami masih konsisten, kami masih memandang ruang penurunan suku bunga itu masih terbuka,” tutur Perry dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Menakar Peluang Penurunan BI Rate Setelah Pemangkasan 125 Bps Tahun Ini

Meski demikian, ia menyebut realisasi pelonggaran moneter tetap akan mempertimbangkan dinamika global dan perkembangan data ekonomi terkini.

Saat ini, BI menilai prospek perekonomian global dalam tren melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. 

Maka dari itu, Perry membeberkan, kebijakan suku bunga ke depan akan ditempuh secara data dependent dengan terus memantau berbagai indikator ekonomi, baik domestik maupun eksternal.

“Tentu saja kami akan data dependent, kami akan pantau terus apakah ada kesempatan nanti ke depannya untuk merealisasikan ruang penurunan suku bunga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, meski BI memiliki ruang untuk melanjutkan pemotongan suku bunga, dengan inflasi diperkirakan tetap rendah tahun ini.

Baca Juga: Bank Indonesia Diperkirakan Memangkas BI-Rate Jadi 4,50% Pada RDG November 2025

Meski demikian, Andry menilai kondisi inflasi bukan satu-satunya penentu pemangkasan suku bunga BI. “Penurunan BI-Rate tergantung capital flows and IDR pressure, tekanan nilai tukar rupiah,” tutur Andry.

Sebagaimana diketahui, BI menilai nilai tukar rupiah saat ini masih berada di bawah nilai fundamental ekonomi (undervalued).

Kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor teknikal dan premi risiko global, meski indikator fundamental domestik menunjukkan kinerja yang solid.

Baca Juga: Risiko Penurunan BI Rate di Tengah Pelemahan Rupiah

Catatan BI, nilai tukar rupiah pada 18 Februari 2026 tercatat sebesar Rp 16.880 per dolar AS, melemah 0,56% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Januari 2026.

Selanjutnya: Jadwal Buka Puasa Kota Padang hingga Pekanbaru 2 Ramadan 1447 H (19 Februari 2026)

Menarik Dibaca: Kelelahan Finansial Bisa Menggerus Hidup? Ini Cara Mudah Mengatasi Stres Keuangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News