Peluang Pertumbuhan Asuransi Kendaraan Terus Terbuka hingga Akhir Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksikan kinerja asuransi kendaraan bermotor akan terus bertumbuh hingga akhir tahun 2026.

Proyeksi ini melanjutkan tren pertumbuhannya pada periode kuartal II-2026 yang mencatatkan kenaikan premi sebesar 4,9% year on year (YoY) dengan nilai mencapai Rp 9,85 triliun.

Dengan kinerja ini, Ketua Umum AAUI, Budi Herawan memproyeksikan segmen asuransi kendaraan bermotor bisa tumbuh mencapai 6%-7% pada akhir tahun 2026 nanti.


Target tersebut didukung oleh ekosistem penjualan kendaraan bermotor yang juga menunjukkan kinerja positif.

Melihat data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari-September 2026 mencapai 6769.020 unit atau tumbuh 21% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya dengan total mencapai 561.405 unit. Kemudian, penjualan ritel dari dealer ke konsumen juga naik 15,4% secara tahunan dari yang sebelumnya 585.405 unit menjadi 676.223 unit.

Baca Juga: AAUI Proyeksikan Asuransi Kendaraan Tumbuh hingga 7% pada Akhir 2026

Meski begitu, secara bulanan penjualan mobil masih mencatatkan koreksi tipis. Wholesales per September 2026 adalah 79.540 unit, tetapi nilai ini turun 2,7% dibandingkan dengan Agustus 2026 yang mencapai unit 81.757 unit. Termasuk penjualan secara ritel yang pada periode September 2026 adalah sebesar 81.243 unit atau turun 2,6% dari posisi di Agustus 2026 yang tercatat sebesar 83.421 unit.

Namun, target tersebut juga perlu diimbangi dengan pandangan realistis sebab industri otomotif masih menghadapi sejumlah tantangan seperti daya beli dan dinamika ekonomi.

"Kita perlu melihat kembali kondisi ekonomi dan apakah daya beli masyarakat sudah pulih. Selain itu ketidakpastian ekonomi semakin besar, sehingga industri juga perlu menjaga stabilitas," ujarnya saat ditemui langsung setelah acara Konferensi Pers Hari Asuransi ke-20 di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (20/10/26). 

Senada dengan itu, Direktur Utama PT Asuransi Asei Dody Dalimunthe pertumbuhan positif pada industri otomotif tersebut memberikan basis pasar yang positif untuk menopang bisnis asuransi kendaraan pada kuartal IV-2026.

Namun, koreksi tipis secara bulanan pada periode September 2026 tetap perlu dicermati dengan baik mengingat momentum pasar perlu dijaga hingga akhir tahun 2026.

"Karena itu, pertumbuhan kumulatif hingga September sebagai modal positif bagi industri asuransi, tetapi bukan jaminan bahwa kinerja asuransi kendaraan akan tumbuh pada tingkat yang sama," ujarnya kepada Kontan, Selasa (20/10/26).

Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa membuat kenaikan penjualan otomotif sebagai peluang yang bisa mendorong pertumbuhan premi asuransi kendaraan. Beberapa di antaranya adalah realisasi penjualan pada periode kuartal IV-2026, peningkatan kesadaran dan kebutuhan akan perlindungan serta penetrasi asuransi, dan pertumbuhan premi yang diimbangi dengan pengendalian klaim dan biaya operasional yang memadai.

Baca Juga: Penjualan Mobil Naik 13,9% hingga Agustus 2026, Angin Segar bagi Asuransi Kendaraan

Sementara itu, Dody mengungkapkan fokus perusahaan adalah tetap memastikan pertumbuhan bisnis bisa memberikan kontribusi underwriting yang sehat dan berkelanjutan.

"Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat merespons perubahan pasar tanpa mengorbankan kualitas portofolio dan profitabilitas," ujarnya.

Selain itu, menurutnya penting bagi perusahaan untuk memperluas distribusi, meningkatkan retensi nasabah, dan menjaga disiplin underwriting.

Pertumbuhan asuransi kendaraan juga terbuka seiring dengan penetrasi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang makin matang.

Gaikindo mencatat penjualan wholesales mobil listrik sepanjang Januari–September 2026 mencapai 117.218 unit. Jumlah tersebut meningkat 112,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 55.225 unit.

Salah satu perusahaan yang mulai fokus menggarap asuransi kendaraan listrik adalah PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra).

Melalui Garda Oto, Asuransi Astra masih mencatatkan kinerja segmen kendaraan sebagai salah satu motor pertumbuhan kinerja mereka.

"Untuk produk yang menjadi salah satu core-nya kami yakni produk Garda Oto," ujar President Director Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus saat ditemui langsung di Kawasan Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2026) silam.

Selain fokus menggarap segmen kendaraan konvensional, Maximiliaan mengatakan perusahaan juga mulai fokus untuk diversifikasi ke segmen kendaraan EV seiring dengan pasar kendaraan listrik yang terus menunjukkan peningkatan di Indonesia.

Baca Juga: Premi Asuransi Kendaraan Tumbuh 4,9%, Kendaraan Listrik Jadi Perhatian

Untuk ke depannya, Asuransi Astra akan terus mengikuti perkembangan industri kendaraan bermotor, baik untuk kendaraan listrik maupun konvensional.

Di sisi lain, pertumbuhan atau penurunan penjualan kendaraan akan turut memengaruhi kinerja industri asuransi kendaraan. Begitu pula dengan perubahan merek dan komposisi kendaraan yang beredar di pasar. 

Dengan peluang yang ada, AAUI berharap kinerja asuransi kendaraan bisa terus bertumbuh bahkan lebih baik dibandingkan dengan kinerjanya di kuartal IV-2025 yang sempat mencatat koreksi sebesar 4,2%.

Baca Juga: Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Capai Rp 9,85 Triliun pada Semester I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News