Peluang Pertumbuhan Asuransi Properti Masih Terbuka hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menilai peluang pertumbuhan lini asuransi properti masih terbuka hingga akhir 2026, terutama dari segmen korporasi dan komersial.

Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia, Linggawati Tok, mengatakan peluang pertumbuhan juga berpotensi berasal dari meningkatnya kebutuhan perlindungan aset akibat kenaikan nilai properti.

"Ditambah, meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya manajemen risiko," katanya kepada Kontan, Senin (20/7/2026).


Untuk mendorong pertumbuhan bisnis properti hingga akhir tahun ini, Linggawati menerangkan perusahaan akan tetap menerapkan prinsip underwriting yang disiplin dan selektif.

Baca Juga: Jasindo: Peluang Pertumbuhan Asuransi Properti Masih Terbuka hingga Akhir 2026

Dia bilang Great Eastern General Insurance Indonesia juga secara aktif memperluas penetrasi pada risiko-risiko yang memenuhi kriteria profitabilitas dan kualitas portofolio. 

"Selain itu, perusahaan memperkuat kerja sama dengan broker, agen, dan mitra bisnis strategis, melakukan optimalisasi cross-selling kepada nasabah eksisting, serta mengembangkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan pasar," tuturnya.

Dengan strategi tersebut, Linggawati berharap perusahaan dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan kualitas hasil underwriting.

Terkait kinerja, Linggawati menyampaikan Great Eastern General Insurance Indonesia mencatatkan pendapatan premi lini asuransi properti tumbuh tipis 0,5% secara Year on Year (YoY) per Mei 2026.

Sayangnya, tak diungkapkan premi yang dibukukan dari lini tersebut. 

Baca Juga: Zurich: Pertumbuhan Asuransi Properti Masih Terbuka hingga Akhir 2026

Dia hanya menerangkan pertumbuhan tersebut disebabkan upaya perusahaan yang lebih selektif dalam akseptasi risiko bisnis asuransi properti, serta menghindari okupansi yang cukup high risk atau berisiko tinggi.

Mengenai kinerja industri, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi asuransi properti tumbuh sebesar 6,5% secara YoY, menjadi Rp 8,31 triliun per Maret 2026.

Adapun nilai klaim asuransi properti mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34,7% YoY, menjadi Rp 2,64 triliun per Maret 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News