KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lini asuransi engineering atau rekayasa sempat tertekan di paruh pertama tahun ini. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini asuransi engineering atau rekayasa terkontraksi 14,1% secara tahunan atau Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 2,37 triliun pada semester I-2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai peluang pertumbuhan lini asuransi engineering masih terbuka ke depannya. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan peluang itu datang dari investasi swasta, hilirisasi, sektor energi dan manufaktur, kawasan industri, pusat data, serta pembangunan infrastruktur. "Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kualitas underwriting, survei dan pemantauan risiko proyek, penetapan premi yang sesuai dengan profil risiko, serta dukungan reasuransi yang memadai," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (21/10/2026).
Peluang Pertumbuhan Lini Asuransi Engineering Masih Terbuka ke Depannya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lini asuransi engineering atau rekayasa sempat tertekan di paruh pertama tahun ini. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini asuransi engineering atau rekayasa terkontraksi 14,1% secara tahunan atau Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 2,37 triliun pada semester I-2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai peluang pertumbuhan lini asuransi engineering masih terbuka ke depannya. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan peluang itu datang dari investasi swasta, hilirisasi, sektor energi dan manufaktur, kawasan industri, pusat data, serta pembangunan infrastruktur. "Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kualitas underwriting, survei dan pemantauan risiko proyek, penetapan premi yang sesuai dengan profil risiko, serta dukungan reasuransi yang memadai," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (21/10/2026).
TAG: