KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) tak menampik adanya pelemahan pasar di industri otomotif mengakibatkan pengurangan pekerja di sektor tersebut. Hal ini tak terlepas dari berkurangnya aktivitas produksi akibat lemahnya permintaan selama pandemi. "Kebanyakan yang di-PHK ialah karyawan kontrak yang mana kontraknya telah habis, jadi tidak diperpanjang lagi," sebut Said Iqbal, Presiden KSPSI kepada Kontan.co.id, Kamis (5/11). Konfederasi masih mendata jumlah pekerja yang di-PHK tersebut, namun kasarannya dapat menembus puluhan ribu. Dalam ekosistem industri otomotif, kata Said, berdasarkan studi tiga tahun lalu untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Timur dan Kepulauan Riau hampir 60% pekerja yang mengisi sektor ini ialah karyawan kontrak. Biasanya pabrikan otomotif setelah melakukan efisiensi di sisi operasional selama pandemi, secara bertahap akan melakukan perumahan karyawannya.
Peluang PHK di industri otomotif semakin tinggi saat pandemi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) tak menampik adanya pelemahan pasar di industri otomotif mengakibatkan pengurangan pekerja di sektor tersebut. Hal ini tak terlepas dari berkurangnya aktivitas produksi akibat lemahnya permintaan selama pandemi. "Kebanyakan yang di-PHK ialah karyawan kontrak yang mana kontraknya telah habis, jadi tidak diperpanjang lagi," sebut Said Iqbal, Presiden KSPSI kepada Kontan.co.id, Kamis (5/11). Konfederasi masih mendata jumlah pekerja yang di-PHK tersebut, namun kasarannya dapat menembus puluhan ribu. Dalam ekosistem industri otomotif, kata Said, berdasarkan studi tiga tahun lalu untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Timur dan Kepulauan Riau hampir 60% pekerja yang mengisi sektor ini ialah karyawan kontrak. Biasanya pabrikan otomotif setelah melakukan efisiensi di sisi operasional selama pandemi, secara bertahap akan melakukan perumahan karyawannya.