JAKARTA. Perkembangan dan inovasi di bidang seni dengan sentuhan teknologi modern semakin berkembang, terutama di negara-negara maju. Salah satunya adalah teknologi pembuatan figur tiga dimensi (3D) customized. Produk yang dihasilkan merupakan perpaduan kemajuan teknologi, desain grafis, foto dan kreativitas. Tidak seperti patung action figures atau cosplay yang di jual berupa produk jadi, tapi produk ini bisa dipesan dengan wajah dan konsep yang diinginkan konsumen. Harry Liong, salah satu pengusaha figur 3D di Jakarta dengan merek Sugacubes 3D Studio menjelaskan, action figure adalah patung yang karakternya diambil berdasarkan film, komik, videogame, atau acara TV. Nah, kalau produk figur 3D ini siapa saja boleh menjadi objek figurnya. Produk figur 3D juga tidak bisa digerakkan, sementara action figure sebagian anggota tubuh seperti tangan atau kaki bisa digerakkan. Bisnis figur 3D customized ini masih cukup jarang ditemukan di Indonesia karena keterbatasan teknologi serta tenaga ahli. Pembuatannya menggunakan teknologi 3D printing lewat tiga kali proses produksi. Teknologi 3D printing ini di Indonesia sudah cukup lama eksis, namun penggunaannya masih bersifat teknis seperti keperluan alat kedokteran atau maket bangunan, belum sampai di industri kreatif. Nah, teknologi ini baru digunakan baru-baru ini di sektor kreatif.
Pemahat yang berbekal teknologi digital
JAKARTA. Perkembangan dan inovasi di bidang seni dengan sentuhan teknologi modern semakin berkembang, terutama di negara-negara maju. Salah satunya adalah teknologi pembuatan figur tiga dimensi (3D) customized. Produk yang dihasilkan merupakan perpaduan kemajuan teknologi, desain grafis, foto dan kreativitas. Tidak seperti patung action figures atau cosplay yang di jual berupa produk jadi, tapi produk ini bisa dipesan dengan wajah dan konsep yang diinginkan konsumen. Harry Liong, salah satu pengusaha figur 3D di Jakarta dengan merek Sugacubes 3D Studio menjelaskan, action figure adalah patung yang karakternya diambil berdasarkan film, komik, videogame, atau acara TV. Nah, kalau produk figur 3D ini siapa saja boleh menjadi objek figurnya. Produk figur 3D juga tidak bisa digerakkan, sementara action figure sebagian anggota tubuh seperti tangan atau kaki bisa digerakkan. Bisnis figur 3D customized ini masih cukup jarang ditemukan di Indonesia karena keterbatasan teknologi serta tenaga ahli. Pembuatannya menggunakan teknologi 3D printing lewat tiga kali proses produksi. Teknologi 3D printing ini di Indonesia sudah cukup lama eksis, namun penggunaannya masih bersifat teknis seperti keperluan alat kedokteran atau maket bangunan, belum sampai di industri kreatif. Nah, teknologi ini baru digunakan baru-baru ini di sektor kreatif.