Pemakaian Mesin Perahu Listrik Berpotensi Pangkas Biaya Melaut Nelayan



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Azura Indonesia mengembangkan penggunaan mesin perahu listrik untuk menekan biaya operasional nelayan skala kecil.

Melalui implementasi awal mesin MantaOne di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, teknologi ini berpotensi memangkas biaya melaut hingga 90% dibandingkan mesin berbahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan perhitungan Azura Indonesia, biaya operasional mesin konvensional mencapai Rp 100.000 per perjalanan. Sementara itu, penggunaan MantaOne diperkirakan hanya membutuhkan biaya Rp 10.000 untuk tiga baterai dalam satu perjalanan.


Baca Juga: BRIN Kembangkan Kapal Nelayan Listrik, Diklaim Pangkas Biaya Operasional hingga 70%

Direktur sekaligus Co-founder Azura Indonesia, Nadea Nabila, menegaskan bahwa penerapan teknologi rendah emisi harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi nelayan, bukan sekadar mengganti sumber energi.

“Transisi energi bukan hanya tentang mengganti mesin berbahan bakar minyak dengan mesin listrik, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat membuat biaya melaut lebih terjangkau dan usaha mereka lebih tangguh,” ujar Nadea, Senin (19/10/2026).

MantaOne dikembangkan sejak 2020 untuk memenuhi kebutuhan nelayan skala kecil. Mesin ini menggunakan baterai isi ulang yang dapat diisi melalui stasiun pengisian daya berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Dengan sistem tersebut, penggunaannya berpotensi mengurangi ketergantungan nelayan terhadap BBM sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.

Manfaat penghematan tersebut dirasakan Nengah Sudiarta (51), nelayan asal Desa Kusamba yang telah menggunakan MantaOne untuk melaut. Menurut dia, mesin listrik membantunya tetap melaut saat musim paceklik karena biaya operasional lebih terjangkau.

Baca Juga: Prabowo: Pakai Motor Listrik Bisa Hemat Biaya hingga 70%

Selain menekan pengeluaran, mesin tersebut juga menghasilkan suara yang lebih rendah dibandingkan mesin konvensional. Kondisi ini membuat aktivitas melaut lebih nyaman bagi nelayan.

Ke depan, Azura Indonesia berupaya memperluas penggunaan MantaOne ke berbagai wilayah perikanan di Indonesia. Perusahaan menargetkan distribusi hingga 10.000 unit dalam jangka panjang untuk memperluas akses nelayan skala kecil terhadap teknologi energi bersih.

Azura Indonesia merupakan salah satu penggagas bersama dan kolaborator Pekan Iklim Bali, yang tahun ini mengangkat tema “Gerakan Iklim Daerah: Memaknai Kembali Arti Transisi untuk Semua”.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembangunan, dan masyarakat, Azura Indonesia ingin mendorong transisi energi di sektor perikanan yang tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi usaha dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/7899193/penerapan-mesin-perahu-listrik-bisa-tekan-konsumsi-bbm-dan-hemat-biaya-hingga-90-persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News