Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) Jadi Strategi Pos Indonesia Memperkuat Bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menggelar Indonesia AI Day for Supply Chain. Forum ini mempertemukan pelaku industri transportasi, distribusi, dan logistik untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan efisiensi biaya dan operasional.

Direktur dan Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah mengatakan, kompleksitas rantai pasok saat ini tidak lagi bisa mengandalkan proses manual. Pelaku industri membutuhkan visibilitas real-time agar keputusan operasional lebih cepat dan terukur.

“Pelaku industri perlu melihat pergerakan barang dan armada secara real-time agar operasional berjalan lebih rapi dan keputusan dapat diambil tepat waktu. Indosat mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI agar proses di bidang ini saling terhubung,” ujar Buldansyah dalam keterangan resmi, Rabu (11/2).


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, hingga 2024 terdapat sekitar 16.080 perusahaan pergudangan dan ekspedisi kurir di Indonesia. Pertumbuhan industri ini menuntut sistem operasional yang lebih terintegrasi dan berbasis data. PT Pos Indonesia juga tampil di ajang ini. BUMN ini membeberkan rencana besar transformasi digital perusahaan yang bertumpu pada dua pilar utama: kecerdasan buatan- robotic dan konsolidasi bisnis logistik nasional.

Baca Juga: Jangkauan Logistik Nasional Meluas, PELNI Gandeng Pos Indonesia

Dalam paparannya, Prasabri Pesti, Direktur Business Development & Portfolio Management PT Pos Indonesia.Prasabri menegaskan, pemanfaatan AI bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan bagian dari strategi menyeluruh untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Transformasi digital berbasis AI adalah keniscayaan bagi Pos Indonesia untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan industri logistik yang begitu cepat," ujar Prasabri. 

Di sisi konsolidasi, Pos Indonesia menekankan bahwa industri logistik adalah bisnis yang sangat mengutamakan volume dan skala.

"Logistik adalah bisnis yang sangat mengutamakan volume dan skala. Ketika konsolidasi terjadi, skala otomatis meningkat — dan skala yang besar berdampak langsung pada efisiensi operasional," terang Prasabri. 

Skala bisnis yang besar juga menjadi modal penting untuk bermitra dengan pemain logistik kelas dunia sekaligus membuka akses ke pasar internasional.

"Skala yang besar adalah modal kita untuk duduk setara dengan pemain global, menjalin kemitraan strategis, dan pada akhirnya membuka akses masuk ke pasar internasional," tambahnya.

Langkah konsolidasi ini merujuk pada rencana pembentukan Holding Logistik Nasional di bawah koordinasi Danantara, yang diharapkan mengintegrasikan ekosistem logistik BUMN secara lebih efisien dan berdaya saing tinggi.

"Melalui sinergi antara transformasi berbasis AI dan penguatan skala melalui konsolidasi, Pos Indonesia optimistis dapat bertransformasi dari perusahaan logistik domestik menjadi pemain logistik kelas dunia yang diperhitungkan di pasar internasional," papar Prasabri.

Selanjutnya: Pemerintah Alokasikan Rp 58 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah di Tahun 2026

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Serba Gratis 12-15 Februari 2026, Campina-Lifebuoy Beli 2 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News