Pemasaran Digital Menjadi Tantangan Pelaku Usaha Perempuan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan kanal digital menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha perempuan dalam mengembangkan bisnis.

Selain memperluas pasar, pelaku usaha perlu mengubah jangkauan dan interaksi di platform digital menjadi penjualan. Sementara anggaran pemasaran tetap terbatas.

Tantangan tersebut dihadapi 30 perempuan pelaku usaha dari 26 kota/kabupaten di 14 provinsi. Para peserta program Grow with RupiahCepat Womenpreneurship 2026 itu memasuki tahap penyusunan proposal pengembangan usaha.


Selama mengikuti rangkaian kegiatan, peserta mempelajari sejumlah aspek pengembangan usaha. Mulai dari analisis pasar dan konsumen, pengembangan merek, operasional, keuangan, business model canvas, hingga pemasaran digital.

Sejumlah materi mulai diterapkan dalam bisnis masing-masing. Peserta antara lain memperbaiki laman produk di marketplace, menyusun business model canvas, menata strategi pemasaran, hingga menyeleksi calon afiliator.

Baca Juga: Pajak Karbon Tak Kunjung Diterapkan, Kemenkeu Ungkap Alasannya

Direktur RupiahCepat, Anna Maria Chosani mengatakan, proses tersebut diharapkan membantu pelaku usaha melihat peluang pengembangan berdasarkan kondisi bisnis masing-masing.

“Peserta diharapkan dapat semakin memahami bisnisnya, melihat peluang pengembangan usaha, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan kondisi masing-masing usaha,” kata Anna, dalam keterangannya, Kamis (24/9). 

Pengembangan usaha perlu melihat bisnis secara menyeluruh, termasuk konsumen, merek, operasional, keuangan, dan model bisnis.  Sedangkan strategi digital perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas setiap usaha.

Sebanyak 7–10 peserta selanjutnya akan dipilih untuk memperoleh dukungan dana pengembangan usaha dengan total nilai Rp 30 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News