KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi Republik Indonesia terus mempercepat pembangunan 83.000 gerai fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih) di seluruh Indonesia. Hingga pertengahan Maret 2026, ribuan gerai dilaporkan telah rampung dibangun dan siap memasuki tahap operasional. Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyampaikan bahwa progres pembangunan gerai Kopdes Merah Putih saat ini telah mencapai 32.660 unit.
Baca Juga: LPEM UI: Tekanan Inflasi dan Rupiah Melemah, BI Diprediksi Tahan BI-Rate di 4,75% Dari jumlah tersebut, sekitar 2.700 gerai telah selesai dibangun sepenuhnya dan siap digunakan. “Dan kita terus berprogres. Kita berharap hingga akhir April nanti lebih dari 20.000 gerai sudah selesai 100%,” ujar Joao dalam pertemuan terbatas bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta, Senin (16/3/2026). Ferry mengapresiasi capaian pembangunan yang telah berjalan sejauh ini. Ia menegaskan pemerintah akan memperkuat koordinasi guna mematangkan model bisnis koperasi yang akan dijalankan di setiap gerai. “Kita optimistis. Setelah sebarannya jelas, kita akan intensifkan rapat-rapat bersama antara Kementerian Koperasi dan Agrinas untuk memastikan implementasinya berjalan dengan baik,” kata Ferry.
Baca Juga: Terlambat Lapor SPT Tahunan Masih Bisa Dilakukan Tahun 2026, Cek Caranya Di Coretax Ia juga mendorong Agrinas mengambil langkah strategis untuk mempercepat pengerjaan di lokasi-lokasi baru agar target pembangunan nasional dapat segera tercapai. “Jika kita bisa mempercepat proses pengerjaan di lahan-lahan baru, kita optimistis progres signifikan akan terlihat pada bulan September mendatang,” tambahnya. Selain pembangunan fisik, Ferry menekankan pentingnya standar layanan yang seragam, khususnya untuk fasilitas tambahan seperti gerai obat dan klinik agar kualitas layanan tetap konsisten di seluruh daerah. Ia juga menyoroti perlunya regulasi yang mengatur integrasi Kopdes Merah Putih dengan konsep Toko Rakyat Serba Ada (Torsera) sebagai model bisnis hub dan agregator bagi berbagai produk dan layanan masyarakat.
Baca Juga: One Way & Contra Flow Tol Trans Jawa Dimulai Hari Ini (17/3), Cek Jadwal Lengkapnya Sementara itu, Joao menjelaskan bahwa proyek ini mengadopsi standar pengelolaan profesional yang terinspirasi dari praktik koperasi di Spanyol dan Singapura, dengan memanfaatkan sistem digitalisasi dalam operasionalnya.
“Meski bertransformasi menjadi ritel modern, esensi koperasi melalui prinsip one man one vote tetap menjadi landasan utama,” ujarnya. Untuk mendukung transparansi dan pengawasan, berbagai infrastruktur pendukung telah disiapkan, mulai dari sistem transaksi berbasis komputer hingga fasilitas keamanan seperti CCTV dan alat pemadam api ringan (APAR). Selain itu, Agrinas juga mengoperasikan fasilitas command center untuk memantau perkembangan proyek secara terintegrasi, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News