Pembangunan jalan tol baru 17% dari target



JAKARTA. Pembangunan jalan tol masih belum secepat harapan. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, jumlah tol yang sudah terbangun dan dioperasikan baru sekitar 170-an kilometer.

Padahal, selama lima tahun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan, bisa membangun dan mengoperasikan 1.060 kilometer. Herry TZ, Kepala Badan Pengusahaan Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, lambatnya pembangunan jalan tol tersebut disebabkan oleh beberapa masalah.

Salah satu masalah paling utama, pengadaan lahan pada tahap awal pemerintahan Presiden Jokowi. "Kami akui, ada kelambatan di awal yang membuat realisasi agak mundur," katanya akhir pekan kemarin.


Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sementara itu, walau masih sedikit yang terealisasi, pihaknya masih optimis, pembangunan jalan tol akan cepat selesai dan sesuai target. Keyakinan ini didasarkannya kepada kemajuan pembangunan jalan tol di sejumlah wilayah.

Salah satunya, Tol Trans Jawa yang proses konstruksinya di sejumlah ruas sudah mulai berjalan. Selain itu, ada juga pembangunan Tol Trans Sumatera yang saat ini pembangunannya juga terus berjalan.

"Tol Trans Jawa dari Pejagan, Batang, Semarang, Bawean, Salatiga, Solo, Kertosono dan lain sebagainya itu panjangnya 500 km, sudah selesai 116 km, Terbanggi Besar140 kilometer, Palembang Indralaya 22 kilometer, jadi mudah mudahan dengan progress sekarang 2018 atau 2019 lebih dari 1000 km bisa operasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia