Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kerek Impor Kereta dan Bagiannya Hingga 600%



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mendorong kenaikan impor kereta api, trem dan bagiannya (HS 86) secara signifikan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Desember 2022 nilai impor kelompok ini meroket 605,06% bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya (mom). 

Kepala BPS Margo Yuwono membenarkan, peningkatan nilai impor kereta, trem, dan bagiannya yang signifikan didorong oleh pembangunan kereta cepat. 


Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Turun Jadi US$ 3,89 Miliar di Desember 2022

"Bila melihat dari catatan kami, benar impor kereta bulan Desember 2022 diperuntukkan kereta cepat Jakarta-Bandung," tutur Margo saat menjawab pertanyaan media, Senin (16/1). 

Adapun bila menilik keterangan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), progres pembangunan fisik kereta api cepat Jakarta-Bandung hingga akhir 2022 sudah mendekati 100%. 

PT KAI mengklaim, pembangunan fisik kereta api cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 82,61%. Sedangkan progres investasi sudah mencapai 91,8%. 

Baca Juga: Nilai Impor Desember 2022 Capai US$ 19,9 Miliar, Naik 5,16% MoM

Pemerintah telah menyuntik modal dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3,2 triliun untuk penyelesaian kereta api ini. 

Presiden RI Joko Widodo pun pada akhir tahun 2022 menegaskan asanya untuk kereta cepat ini bisa beroperasi pada pertengahan tahun 2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli