JAKARTA. Pembangunan yang menggeliat membawa berkah bagi kontraktor. Natal Argawan, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (Wika) memperkirakan, total belanja konstruksi dan infrastruktur tahun ini bakal menyentuh Rp 150 triliun. Nilai perkiraan ini setara tumbuh 12% daripada tahun lalu. Tentu hal ini berdampak positif bagi para kontraktor. Ambil contoh Wika, yang tahun ini menggarap kontrak proyek senilai Rp 25 triliun.Menurut Natal, peningkatan permintaan jasa konstruksi ini ditopang oleh maraknya pengembangan infrastruktur daerah berupa jalan tol, jalan raya, bangunan tinggi, dan pembangkit listrik. Kenaikan nilai kontrak ini terdorong upaya daerah yang sedang berlomba mengembangkan diri supaya terlihat maju. "Anggaran daerah ini juga lari ke infrastruktur," kata Natal kepada KONTAN, Rabu (21/12).
Pembangunan meningkat, bisnis konstruksi menguat
JAKARTA. Pembangunan yang menggeliat membawa berkah bagi kontraktor. Natal Argawan, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (Wika) memperkirakan, total belanja konstruksi dan infrastruktur tahun ini bakal menyentuh Rp 150 triliun. Nilai perkiraan ini setara tumbuh 12% daripada tahun lalu. Tentu hal ini berdampak positif bagi para kontraktor. Ambil contoh Wika, yang tahun ini menggarap kontrak proyek senilai Rp 25 triliun.Menurut Natal, peningkatan permintaan jasa konstruksi ini ditopang oleh maraknya pengembangan infrastruktur daerah berupa jalan tol, jalan raya, bangunan tinggi, dan pembangkit listrik. Kenaikan nilai kontrak ini terdorong upaya daerah yang sedang berlomba mengembangkan diri supaya terlihat maju. "Anggaran daerah ini juga lari ke infrastruktur," kata Natal kepada KONTAN, Rabu (21/12).