KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangunan pabrik vial dan ampul hasil joint venture (JV) antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT Bio Farma dengan investor asal Korea Selatan (Korsel) tertunda hingga tahun depan. Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia, B. Didik Prasetyo mengatakan, rencananya pabrik tersebut akan mulai groundbreaking tahun ini. "Namun, karena ada penyesuaian spesifikasi produk dan kapasitas produksinya maka pembangunannya harus ditunda," kata Didik kepada KONTAN, Senin (21/5) Dalam pembangunan pabrik vial dan ampul, Rajawali Nusantara Indonesia memegang kepemilikan saham sebesar 35%. Sedangkan Bio Farma mencapai 55% saham, dan investor asal Korea Selatan 10%.
Pembangunan pabrik vial dan ampul molor
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangunan pabrik vial dan ampul hasil joint venture (JV) antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT Bio Farma dengan investor asal Korea Selatan (Korsel) tertunda hingga tahun depan. Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia, B. Didik Prasetyo mengatakan, rencananya pabrik tersebut akan mulai groundbreaking tahun ini. "Namun, karena ada penyesuaian spesifikasi produk dan kapasitas produksinya maka pembangunannya harus ditunda," kata Didik kepada KONTAN, Senin (21/5) Dalam pembangunan pabrik vial dan ampul, Rajawali Nusantara Indonesia memegang kepemilikan saham sebesar 35%. Sedangkan Bio Farma mencapai 55% saham, dan investor asal Korea Selatan 10%.