JAKARTA. Pengembang Green Central City (GCC) kini sedang merampungkan proyek Superblok di kawasan Gajah Mada Jakarta Barat. Targetnya tahun 2012 tiga tower di lahan seluas 14 hektare itu sudah bisa ditempati. Untuk tower depan akan dibuat hotel bintang empat dengan operator Novotel, tower dua apartemen, dan tower tiga bakal menjadi komersial area. Chief Operating Officer PT Bumi Perkasa Permai pengembang Green Central City Martono Hadipranoto menjelaskan pembangunan ini sudah dimulai sejak tahun 1998. Namun karena krisis moneter pembangunan dihentikan. Baru awal tahun 2010 pembangunan mulai dilakukan kembali."Investasi untuk keseluruhan pembangunan mencapai Rp 500 miliar," ulasnya. Martono bilang segmentasi pasar yang dituju adalah para pengusaha yang memiliki kegiatan ekonomi di Glodok dan Mangga Dua. Green Central City baru memasarkan 422 unit apartemen dan 2 penthouse. Harganya berkisar Rp 500 juta sampai 1,5 miliar. Sejauh ini sudah terjual 60% lebih. Sekitar 40% pembeli memakai sistem kredit bank BRI."90% pembeli apartemen kami itu pengusaha dan 10% profesional seperti pengacara, dokter dan notaris," ungkapnya, Rabu (18/5).
Pembangunan superblok Green Central City habiskan dana Rp 500 miliar
JAKARTA. Pengembang Green Central City (GCC) kini sedang merampungkan proyek Superblok di kawasan Gajah Mada Jakarta Barat. Targetnya tahun 2012 tiga tower di lahan seluas 14 hektare itu sudah bisa ditempati. Untuk tower depan akan dibuat hotel bintang empat dengan operator Novotel, tower dua apartemen, dan tower tiga bakal menjadi komersial area. Chief Operating Officer PT Bumi Perkasa Permai pengembang Green Central City Martono Hadipranoto menjelaskan pembangunan ini sudah dimulai sejak tahun 1998. Namun karena krisis moneter pembangunan dihentikan. Baru awal tahun 2010 pembangunan mulai dilakukan kembali."Investasi untuk keseluruhan pembangunan mencapai Rp 500 miliar," ulasnya. Martono bilang segmentasi pasar yang dituju adalah para pengusaha yang memiliki kegiatan ekonomi di Glodok dan Mangga Dua. Green Central City baru memasarkan 422 unit apartemen dan 2 penthouse. Harganya berkisar Rp 500 juta sampai 1,5 miliar. Sejauh ini sudah terjual 60% lebih. Sekitar 40% pembeli memakai sistem kredit bank BRI."90% pembeli apartemen kami itu pengusaha dan 10% profesional seperti pengacara, dokter dan notaris," ungkapnya, Rabu (18/5).