KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyebut adanya penurunan volume pengiriman pasca diberlakukannya pembatasan pergerakan truk sumbu tiga atau lebih; truk dengan kereta gandengan/tempelan; serta kendaraan barang pengangkut galian, tambang, dan bahan bangunan saat nataru 2025/2026. Ketua ALI, Mahendra Rianto mencatat, penurunan volume pengiriman pada sejumlah anggota asosiasi berada di kisaran 20% hingga 25%. Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang memicu kondisi tersebut, yakni keterlambatan pengiriman ke pelabuhan internasional serta keputusan pelaku usaha untuk menunda pengiriman hingga masa pembatasan berakhir. “Jadi daripada kena biaya karena harus menerabas aturan itu, di sana juga kena biaya tambahan transit di Singapura, jadi mereka menahan (pengiriman),” jelas Mahendra kepada Kontan, Jumat (2/12/2026).
Pembatasan Truk Tekan Volume Pengiriman Logistik Saat Nataru 2025/2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyebut adanya penurunan volume pengiriman pasca diberlakukannya pembatasan pergerakan truk sumbu tiga atau lebih; truk dengan kereta gandengan/tempelan; serta kendaraan barang pengangkut galian, tambang, dan bahan bangunan saat nataru 2025/2026. Ketua ALI, Mahendra Rianto mencatat, penurunan volume pengiriman pada sejumlah anggota asosiasi berada di kisaran 20% hingga 25%. Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang memicu kondisi tersebut, yakni keterlambatan pengiriman ke pelabuhan internasional serta keputusan pelaku usaha untuk menunda pengiriman hingga masa pembatasan berakhir. “Jadi daripada kena biaya karena harus menerabas aturan itu, di sana juga kena biaya tambahan transit di Singapura, jadi mereka menahan (pengiriman),” jelas Mahendra kepada Kontan, Jumat (2/12/2026).