KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan panen pembayaran dividen saham bernilai jumbo pada tahun 2023 ini. Dari pembayaran dividen saham bernilai jumbo, saham apa yang layak dikoleksi? Pembayaran dividen saham bernilai jumbo antara lain akan dilakukan oleh emiten Grup Astra. PT United Tractors Tbk (
UNTR) berencana melakukan pembayaran dividen saham final sebesar Rp 6.185 per saham. Pada perdagangan Kamis 2 Maret 2023, harga saham UNTR ditutup di level 28.325 naik 750 poin atau 2,72% dibandingkan sehari sebelumnya. Dengan demikian, rasio pembayaran dividen saham UNTR terhadap harga saham atau yield dividen mencapai 21,83%.
Induk usahanya, PT Astra International Tbk (
ASII) mengusulkan pembayaran dividen final senilai Rp 552 per saham. Harga saham ASII pada perdagangan Kamis 2 Maret 2023 ditutup stagnan di level 6.150. Jadi, yield dividen saham ASII mencapai 8,97%, Punya kinerja mentereng, emiten bank juga rajin tebar dividen. Contohnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (
BBRI) dan PT Bank Mega Tbk (
MEGA) yang siap mengalokasikan dividen sebanyak 70% dari laba bersih tahun 2022. Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (
LPPF) juga tak kalah loyal dengan rencana pembayaran dividen saham sebesar Rp 525 per saham.
Baca Juga: Laba Bersih Capai Rp 12 Triliun, Begini Potensi Pembagian Dividen Bukit Asam (PTBA) Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas melihat pasar memiliki ekspektasi terhadap pembayaran dividen saham jumbo, sejalan dengan lonjakan kinerja pada tahun buku 2022. Terutama bagi emiten batubara dan perbankan. Emiten BUMN juga ditaksir bakal melakukan pembayaran dividen saham besar, untuk memberikan kontribusi pendapatan yang tinggi terhadap bagian pemerintah. Hanya saja, Sukarno mengingatkan tidak semua emiten dengan laba moncer tahun lalu akan membagi dividen jumbo pada tahun ini. Pertimbangannya antara lain kebutuhan dana untuk menopang strategi keberlanjutan usaha. "Tidak menutup kemungkinan, emiten yang kinerjanya bagus tapi sedang dalam ekspansi bisa saja menahan membagi dividen untuk menunjang rencana ekspansinya," kata Sukarno kepada Kontan.co.id, Kamis (2/3).
Baca Juga: Laba Bank Bermekaran pada Tahun Lalu, Bonus dan Tantiem Bankir Ikut Naik Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani menambahkan selain sektor energi dan perbankan, emiten anggota IDX High Dividen 20 menarik dicermati. Selain secara historis gemar membagikan dividen, emiten juga punya fundamental dan prospek bisnis yang apik. "Emiten big caps, kinerja dan prospek bisnis yang bagus secara logika kemungkinan lebih tinggi membagi dividen yang besar," imbuh Arjun. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih sepakat, saham-saham bank dan batubara potensial memberikan dividen jumbo. Melihat kinerja bottom line yang cemerlang pada tahun lalu, terutama yang berada di IDX High Dividen 20. Hanya saja, Ratih memberikan catatan untuk saham batubara. Menimbang tren harga komoditas yang melandai dan kebutuhan dana untuk diversifikasi, ada potensi sejumlah emiten tidak akan jorjoran melakukan pembayaran dividen saham karena perlu untuk mengelola kas.
Awas Dividend Trap
Analis Kanaka Hita Solvera Raditya Krisna Pradana menyoroti, dengan lonjakan laba bersih, ekspektasi pasar terhadap pembayaran dividen saham juga semakin tinggi. Hal ini akan menjadi daya tarik bagi investor, sehingga bisa mendongkrak harga sahamnya. Meski begitu, pelaku pasar juga perlu waspada untuk menghindari
dividend trap atau penurunan harga saham di sekitar pembayaran dividen saham . Dus, perlu cermat memilih momentum saat mengoleksi saham pembagi dividen. Guna meminimalkan risiko
dividend trap, Arjun menyarankan mengoleksi terlebih dulu sebelum emiten mengumumkan dividen. Sehingga, perlu teliti mengukur prospek saham-saham mana saja yang secara kinerja dan historis loyal membagi dividen. "Agar tidak beli setelah pengumuman dividen. Jika sahamnya sudah naik tinggi, kemungkinan
capital gains akan cukup terbatas terutama dalam jangka pendek," kata Arjun.
Baca Juga: Momentum Koleksi Saham Pilihan LQ45 Sukarno melihat besaran
dividend payout ratio (DPR) dan
dividend yield masih menjadi acuan. Emiten dengan
yield dividen di atas deposito atau di atas 10% akan menambah daya tarik investor dan trader untuk mengoleksi. "Tapi tetap memperhitungkan risiko setelahnya. Momentum untuk masuk
buy ketika sudah mulai ada sinyal beli yang jelas. Untuk menghindari
dividend trap para trader bisa trading sampai menjelang
cum date, tapi perhatikan tren harganya," imbuh Sukarno. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova sepakat, investor juga perlu mengamati pergerakan harga secara teknikal terutama pada level
support-nya. Jika terjadi tren turun, setidaknya bisa mengurangi posisi sebagian untuk kembali
buyback di harga yang lebih rendah. Dengan begitu, rata-rata harga perolehan sahamnya bisa lebih rendah. Momentum koleksi saham juga bisa dilakukan saat terjadi sentimen negatif di pasar, karena ada potensi tekanan harga dan kesempatan beli di harga murah untuk saham-saham yang akan membagikan dividen.
Baca Juga: Pembayaran Dividen Saham 3 Emiten Ini Sangat Besar Di Atas Bunga Deposito, Yield 22% Raditya mengingatkan untuk
screening terkait valuasi sahamnya. Apabila saham masih
undervalue, risiko atas
dividend trap akan semakin kecil. "Juga cermati
timeline dividen, jangan sampai terlewat. Karena banyak yang baru menyadari ketika sudah memasuki
ex date," imbuh dia. Untuk saham-saham pembagi dividen ini, Raditya merekomendasikan
buy untuk BBRI, ASII, UNTR dan PT Indo Tambang Raya Tbk (
ITMG). Sedangkan Arjun menjagokan empat saham bank
big caps yakni BBRI, PT Bank Central Asia Tbk (
BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tnk (
BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (
BBNI). Sementara Sukarno menyarankan beberapa saham BUMN yang diprediksi bakal menebar dividen besar, terutama dari bank dan tambang. Meliputi BBRI, BMRI, BBNI, PT Aneka Tambang Tbk (
ANTM), PT Timah Tbk (
TINS), dan PT Bukit Asam Tbk (
PTBA).
Menurut Sukarno, saham-saham batubara pembagi dividen juga menarik untuk dikoleksi, seperti ADRO dan ITMG. "Harga saham batubara sudah sempat turun juga dan saat ini pergerakannya cenderung
sideways. Tapi tetap hati-hati mengingat tren harga batubara turun," terang dia. Sedangkan Ratih menjagokan saham di IDX High Dividen 20, yakni BBCA, BBRI, ADRO, ITMG, dan UNTR. Ivan juga merekomendasikan saham di indeks tersebut, yakni ADRO, ITMG, ASII, dan UNTR. Itulah rekomendasi saham yang akan melakukan pembayaran dividen saham bernilai jumbo. Ingat, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News Editor: Adi Wikanto